La…la…la
Sejuta harapan
Yang aku sandarkan
Seberkas cahayaMu
Untuk terangi jalanku
Tanpa rahmat ampunMu
Tanpa kasih sayangMu
Hampa terasa hidupku
Ku ingin bersamaMu
Dekat selalu denganMu
Bahagia bersamaMu
Ya Allah
Terangilah gelap hitam hatiku
Ya Allah
Sucikanlah hati ikhlas untukMu 2x
beramal kerana taat itu lebih indah daripada mengharap habuan kemanisan iman atau kemenangan
Showing posts with label DnT. Show all posts
Showing posts with label DnT. Show all posts
Tuesday, November 13, 2012
Mengetuk Gerbang Pernikahan
Oleh: Mohammad Fauzil Adhim
Barangkali, Kitalah Penyebabnya
Menjelang tengah malam, seorang ikhwan mengirim SMS kepada saya. Dia seorang aktivis yang amat banyak menghabiskan waktunya untuk menyebarkan kebaikan. Bila berbicara dengannya, kesan yang tampak adalah semangat yang besar di dadanya untuk melakukan perbaikan. Kalau saat ini yang mampu dilakukan masih amat kecil, tak apa-apa. Sebab perubahan yang besar takkan terjadi bila kita tidak mahu memulai dari yang kecil. Tetapi kali ini, ia berkirim SMS bukan untuk berkongsi semangat. Ia kirimkan SMS kerana ingin meringankan beban yang hampir ada kerinduan yang semakin berambah untuk memiliki pendamping yang dapat menyayanginya sepenuh hati.
SMS ini mengingatkan saya pada beberapa kes selainnya. Usia sudah melewati tiga puluh, tetapi belum juga ada tempat untuk menambatkan rindu. Seorang pemuda usia sekitar 40 tahun, memiliki kerjaya yang cukup sukses, merasakan betapa sepinya hidup tanpa isteri. Ingin menikah, tapi takut ! tidak dapat mempergauli isterinya dengan baik. Sementara terus membujang merupakan siksaan yang nyaris tak dapat ditahan. Dulu ia ingin menikah, ketika kerjayanya belum seberapa. Tetapi niat itu dipendam dalam-dalam kerana merasa belum mantap. Ia harus mengumpulkan dulu wang yang cukup banyak agar dapat menyenangkan isteri. Ia lupa bahwa kebahagiaan itu letaknya pada jiwa yang lapang, hati yang tulus, niat yang bersih dan penerimaan yang hangat. Ia juga lupa bahwa jika ingin mendapatkan isteri yang bersahaja dan menerima apa adanya, jalannya adalah dengan menguatkan hati, memantapkan tujuan dan meluruskan niat. Bila engkau ingin mendapatkan suami yang boleh menjaga pandangan, tak mungkin engkau meraihnya dengan, “Hai, aweks… Sunyi nampak “
Saya teringat dengan sabda Nabi Saw. (tapi ini bukan tentang nikah). Beliau berkata,
“Ruh itu seperti pasukan tentara yang berbaris.”
Bila bertemu dengan yang serupa dengannya, ia akan mudah mengenali, mudah juga bergabung dan bersatu. Ia tidak mendapatkan pendamping yang mencintaimu dengan sederhana, sementara engkau jadikan gemerlap kemantapannmu sebagai pemikatnya? Bagaimana mungkin engkau jadikan gemerlap kemantapannmu sebagai pemikatnya? Bagaimana mungkin engkau mendapatkan suami yang menerimamu sepenuh hati dan tidak ada cinta di hatinya kecuali kepadamu; sementara engkau berusaha meraihnya dengan menawarkan couple sebelum terikat oleh pernikahan? Bagaimana mungkin engkau mendapatkan lelaki yang terjaga bila engkau mendekatinya dengan menggoda?
Di luar soal cara, kesulitan yang kita hadapi saat ingin meraih pernikahan yang diredhai tak jarang kerana kita sendiri mempersulitnya. Suatu saat seorang perempuan memerlukan perhatian dan kasih-sayang seorang suami, ia tidak mendapatkannya. Di saat ia merindukan hadirnya seorang anak yang ia kandung sendiri dengan rahimnya, tak ada suami yang menghampirinya. Padahal kecantikan telah ia miliki. Apalagi dengan penampilannya yang enak dipandang. Begitupun wang, tak ada lagi kekhawatiran pada dirinya. Jawatannya yang cukup mantap di perusahaan memungkinkan ia untuk membeli apa saja, kecuali kasih-sayang suami.
Kesempatan bukan tak pernah datang. Dulu, sudah beberapa kali ada yang mahu serius dengannya, tetapi demi kerjaya yang diimpikan, ia menolak semua ajakan serius. Kalau kemudian ada hubungan perasaan dengan seseorang, itu sebatas couple. Tak lebih. Sampai kerjaya yang diimpikan tercapai; sampai ia tiba-tiba tersedar bahwa usianya sudah tidak terlalu muda lagi; sampai ia merasakan sepinya hidup tanpa suami, sementara orang-orang yang dulu bermaksud serius dengannya, sudah sibuk mengurusi anak-anak mereka. Sekarang, ketika kesedaran itu ada, mencari orang yang mahu serius dengannya sangat sulit. Sama sulitnya menaklukkan hatinya ketika ia muda dulu.
Masih banyak cerita-cerita sedih semacam itu. Mereka menunda pernikahan di saat Allah memberi kemudahan. Mereka enggan melaksanakannya ketika Allah masih memberinya kesempatan kerana alasan belum dapat menyelenggarakan walimah yang “wah”. Mereka tetap mengelak, meski terus ada yang mendesak; baik lewat sindiran mahupun dorongan yang terang-terangan. Meski ada kerinduan yang tak dapat diingkari, tetapi mereka menundanya kerana masih ingin mengumpulkan biaya atau mengejar kerjaya. Ada yang menampik “alasan kerjaya” walau sebenarnya tak jauh berbeza. Seorang akhwat menunda nikah mesti ada yang mengkhitbah kerana ingin meraih kesempatan membuat master (“Tahun depan kan belum tentu ada biasiswa”). Ia mendahulukan pra-sangka bahwa kesempatan membuat master tak akan datang dua kali, lalu mengorbankan pernikahan yang Rasullah Saw. Telah memperingatkan:
“Apabila datang kepadamu seorang laki-laki (untuk meminang) yang engkau redha terhadap agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia. Bila tidak engkau lakukan, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan akan timbul kerusakan yang merata di muka bumi.” (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad).
Saya tidak tahu apakah ini merupakan hukum sejarah yang digariskan oleh Allah. Ketika orang mempersulit apa yang dimudahkan oleh Allah, mereka akhirnya benar-benar mendapati keadaan yang sulit dan nyaris tak menemukan jalan keluarnya. Mereka menunda-nunda pernikahan tanpa ada alasan syar’i, dan akhirnya mereka benar-benar takut melangkah di saat hati sudah sangat menginginkannya. Atau ada yang sudah benar-benar gelisah, tetapi tak kunjung ada yang mau serius dengannya.
Kadangkala, lingkaran ketakutan itu terus belanjut. Bila di usia-usia dua puluh tahunan mereka menuda nikah kerana takut dengan ekonominya yang belum mantap, di usia menjelang tiga puluh hingga sekitar tiga puluh lima berubah lagi masalahnya. Laki-laki sering mengalami sindrom merasa puas (meskipun wanita juga banyak yang demikian, terutama mendekati usia 30 tahun). Mereka menginginkan pendamping dengan kriteria yang sulit dipenuhi. Seperti hukum kategori, semakin banyak ! kriteria semakin sedikit yang masuk kategori. Begitu pula dengan kriteria tentang jodoh, ketika kita menetapkan kriteria yang terlalu banyak, akhirnya bahkan tidak ada yang sesuai dengan keinginan kita. Sementara wanita yang sudah berusia sekitar 35 tahun, masalah mereka bukan soal kriteria, tetapi soal apakah ada orang yang mau menikah dengannya. Ketika usia 40-an, ketakutan yang dialami oleh laki-laki sudah berbeza lagi, kecuali bagi mereka yang tetap terjaga hatinya. Jika sebelumnya, banyak kriteria yang dipasang, pada usia 40-an muncul ketakutan apakah dapat mendampingi isteri dengan baik. Lebih lebih ketika usia sudah beranjak mendekati 50 tahun, ada ketakutan lain yang mencekam. Ada kekhawatiran jangan-jangan di saat anak masih kecil, ia sudah tak sanggup lagi mencari nafkah. Atau ketika masalah nafkah tak merisaukan (kerana simpanan yang melimpah), jangan-jangan ia sudah mati ketika anak-anak masih perlu banyak dinasihati. Bila tak ada iman di hati, ketakutan ini akhirnya melahirkan keputus-asaan. Wallahu A’lam bishawab.
Ya… ya… ya…, kadang kita sendirilah penyebabnya, kita mempersulit apa yang telah Allah mudahkan, sehingga kita menghadapi kesulitan yang tak terbayangkan. Kita memperumit yang Ia sederhanakan, sehingga kita terbelit oleh kerumitan yang tidak ada penghujunh. Kita menyombongkan atas apa yang tidak ada dalam kekuasaan kita, sehingga kita terpuruk dalam keluh-kesah yang berpanjangan.
Maka, kalau kesulitan itu kita sendiri penyebabnya, beristighfarlah. Semoga Allah berkenan melapangkan jalan kita dan memudahkan urusan kita. Laa ilaaha illa Anta, subhanaKa inni kuntu minazh-zhalimin.
Berkenaan dengan sikap mempersulit, ada tingkat-tingkatannya. Seorang menolak untuk menikah boleh jadi kerana matanya disilaukan oleh dunia, sementara agama ia tak mengerti. Belum sampai kepadanya pemahaman agama. Boleh jadi seorang menunda-nunda nikah kerana yang datang kepadanya beza harakah, meskipun tak ada yang patut dicela dari agama dan akhlaknya. Boleh jadi ada di antara kita yang belum dapat meresapi keutamaan menyegerakan nikah, sehingga ia tak kunjung melakukannya. Boleh jadi pula ia sangat memahami benar pentingnya bersegera menikah, sudah ada persiapan fizikal maupun ilmu, telah datang kesempatan dari Allah, tetapi… sukunya berbeza, atau sebab-sebab lain yang sama sepertinya.
Ada Yang Tak Dapat Kita Ingkari
Kadang ada perasaan kepada seseorang. Seperti Mughits –seorang sahabat Nabi Saw.- kita selalu mengikut kemana pun Barirah melangkah. Mata kita mengawasi, hati kita mencari-cari dan telinga kita merasa indah setiap kali mendengar namanya. Perasaan itu begitu kuat bersemayan di dada. Bukan kerana kita menenggelamkan diri dalam lautan perasaan, tetapi seperti kata Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengutip dari Al-Mada’iny, “Andaikan orang yang jatuh cinta boleh memilih, tentu aku tidak akan memilih jatuh cinta.”
Perasaan ini kadang mengganggu kita, sehingga tak sanggup berpikir jernih lagi. Kadang membuat kita banyak berharap, sehingga mengabaikan setiap kali ada yang mahu serius. Kita sibuk menanti –kadang sampai membuat badan kita kurus kering- sampai batas waktu yang kita sendiri tak berani menentukan. Kita merasa yakin bahwa dia jodoh kita, atau merasa bahwa jodoh kita harus dia, tetapi tak ada langkah-langkah pasti yang kita lakukan. Akibatnya, diri kita tersiksa oleh angan-angan.
Persoalannya, apakah yang mesti kita perbuat ketika rasa sayang itu ada? Inilah yang insya-Allah kita perbincangkan lebih mendalam pada makalah Masih Ada Tempat untuk Cinta. Selebihnya, kita cukupkan dulu pembicaraan itu sampai di sini.
Tuhan, Jangan Biarkan Aku Sendiri
Di atas semua itu, Allah bukakan pintu-pintu-Nya untuk kita. Ketuklah pertolongan-Nya dengan do’a. Di saat engkau merasa tak sanggup menanggung kesendirian, serulah Tuhanmu dengan penuh kesungguhan,
وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَى رَبَّهُ رَبِّ لا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ (٨٩)
“Tuhanku, jangan biarkan aku sendirian. Dan Engkau adalah sebaik-baik Warits.” (QS. Al-Anbiya’: 89).
Rabbi, laa tadzarni fardan wa Anta khairul waritsin.
Ini sesungguhnya adalah do’a yang dipanjatkan oleh Nabi Zakariya untuk memohon keturunan kepada Allah Ta’ala. Ia memohon kepada Allah untuk menghapus kesendiriannya kerana ketiadaan zuriat yang menyejukkan mata.
Sebagaimana Nabi Zakariya, rasa sepi itu kita adukkan kepada Allah ‘Azza wa Jalla semoga Ia hadirkan bagi kita seorang pendamping yang menenteramkan jiwa dan membahagiakan hati. Kita memohon kepada-Nya pendamping yang baik dari sisi-Nya. Kita memasrahkan kepada-Nya apa yang terbaik untuk kita.
Kapan do’a itu kita panjatkan? Bila saja kita merasa gelisah oleh rasa sepi yang mencekam. Panjatkan do’a itu di saat kita merasa amat memerlukan hadirnya seorang pendamping; saat hati kita dicekam oleh kesedihan kerana tidak adanya teman sejati atau ketika jiwa dipenuhi kerinduan untuk menimang buah hati yang lucu. Panjatkan pula do’a saat hati merasa dekat dengan-Nya; saat dalam perjalan ketika Allah jadikan do’a mustajabah; dan saat-saat mustajabah lainnya.
Dialih ke bahasa Malaysia – dakwah.info
-Alhamdulillah, kerana kami telah memilih untuk membina kekuatan iman dengan perikahan. Anda bagaimana?-
Monday, October 1, 2012
3bulan..
bismillahirrahmanirrahim..
Terlalu lama aku menyepi disini. Bukanlah bermakna langkah itu mati atau suara ini bisu untuk bercerita. Tetapi aku hanya mengambil masa untuk transition ini. Sejujurnya, kerapkali aku berharap boleh lama lagi beralasan untuk fasa transition ini, tetapi setiapkali melihat kekuatan dia, aku malu sendiri. apatah lagi bila melihat orang yang pernah ditatang, ditatih olehku mula memahami dan merasai keindahan jalan ini.. aku lebih malu lagi..
Tidak cukupkah hampir 4 tahun berada dalam gerabak ini untuk kau lalui fasa yang cukup menguji? kerapkali aku bertanya soalan itu sendiri..Iya, tidak cukup... 4 tahun itu hanyalah preparation sebelum melangkah ke university yang sebenar.. university of tarbiyah, university of mujahadah.. university yang tiada diketahui tarikh graduation melainkan hanya Allah shj yang Maha Mengetahui.
aku ingin menulis panjang lagi...sungguh! kerana aku sedang bermujahadah untuk terus bernafas bersama DNT yang sangat kurindui. Thanks allah...
ps: alhamdulillah, kandunganku sudah lebih 3 bln.. morning sickness dah berkurang. Tapi ada masa-masa bila terlalu banyak beraktiviti, terasa mudah sangat nak collapse dibandingkan dulu (bujang senang).. Platlet makin turun, bleeding almost happend. May Allah ease until the mujahid/mujahidah ini lahir dengan selamat kedunia. amin..alhamdulillah, jalan ini makin berduri, tetapi aku sedar kuncinya adalah SABAR dan SYUKUR..syukran utk semua yang mendoakan..
Alhamdulillah
Terlalu lama aku menyepi disini. Bukanlah bermakna langkah itu mati atau suara ini bisu untuk bercerita. Tetapi aku hanya mengambil masa untuk transition ini. Sejujurnya, kerapkali aku berharap boleh lama lagi beralasan untuk fasa transition ini, tetapi setiapkali melihat kekuatan dia, aku malu sendiri. apatah lagi bila melihat orang yang pernah ditatang, ditatih olehku mula memahami dan merasai keindahan jalan ini.. aku lebih malu lagi..
Tidak cukupkah hampir 4 tahun berada dalam gerabak ini untuk kau lalui fasa yang cukup menguji? kerapkali aku bertanya soalan itu sendiri..Iya, tidak cukup... 4 tahun itu hanyalah preparation sebelum melangkah ke university yang sebenar.. university of tarbiyah, university of mujahadah.. university yang tiada diketahui tarikh graduation melainkan hanya Allah shj yang Maha Mengetahui.
aku ingin menulis panjang lagi...sungguh! kerana aku sedang bermujahadah untuk terus bernafas bersama DNT yang sangat kurindui. Thanks allah...
ps: alhamdulillah, kandunganku sudah lebih 3 bln.. morning sickness dah berkurang. Tapi ada masa-masa bila terlalu banyak beraktiviti, terasa mudah sangat nak collapse dibandingkan dulu (bujang senang).. Platlet makin turun, bleeding almost happend. May Allah ease until the mujahid/mujahidah ini lahir dengan selamat kedunia. amin..alhamdulillah, jalan ini makin berduri, tetapi aku sedar kuncinya adalah SABAR dan SYUKUR..syukran utk semua yang mendoakan..
Alhamdulillah
Thursday, July 12, 2012
Ikatan Mitsaqan Ghaliza
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum w.b.t
Cinta Sang Putera
Satu dalam sejuta
Setulus bicara
Sejujur lafaz kata
Sukar ditafsir tetapi keikhlasannya nyata
Hati tenang
Sejuk mata memandang.
Tatkala hati terusik
Dia sebagai perantara
Sehingga lafaz itu berbisik
Cinta mekar dalam 2 jiwa
Cinta sang Putera
Taruhan hingga ke syurga.
saat terikat mitsaqan ghaliza
23/1/2012
Syukur tak terhingga dipanjatkan kepada Dia yang memiliki segala apa yang ada dilangit dan di bumi. Syukur dipanjatkan jua kepadaNya pemilik segala rasa dan cinta makhlukNya. Selawat dan salam buat Rasulullah junjungan, para sahabat baginda, ahlul bait dan mereka yang terlebih dahulu beriman dalam melalui jalan cinta para pejuang.
Sebagaimana perasaan yang mula mekar ini adalah anugerah Ilahi, saya meletakkan enta(baca: saudara lelaki) juga sebagai anugerah Ilahi yang wajib disantuni selayaknya seorang zauj yang cinta kepada Ilahi. Jazzakallahukhairan kasira kerana berusaha menjadi soleh untuk saya yang sedang berusaha juga untuk mensolehahkan diri.
Pernikahan ini bukanlah cinta semata-mata. Ia adalah satu perjanjian antara kita dan Allah bahawa tanggungjawab sebagai a’bid dan khalifah itu kita bina bersama-sama. Mahligai di syurga itu kita bina bersama-sama. Khalifatullah dan pewaris khalifah itu kita bina bersama-sama.
Hakikat 1001 perasaan yang sedang bercampur baur didalam dada ini tidak mampu untuk ditafsirkan dengan tulisan hatta buku cerita. Namun nilai kesyukuran itu seharusnya kita buktikan dengan amal yang lebih baik kepadaNya. Itulah erti tsabat untuk kita.
Sebagaimana qadar pengakhiran kita syurga atau neraka? Allah telah mengetahui sedari awal lagi. Kita langsung tidak mengetahui. Disebabkan ketidaktahuan itu maka hakikatnya kita punya choice untuk beramal sebagai ahli syurga atau beramal sebagai ahli neraka. Untuk istiqamah dalam amal atau main tibai sahaja. Kerana takdir itu ditangan Ilahi, bukan individu/peribadi.
Kerana itu, kumohon dengan penuh rendah hati kepada zauji tercinta, mitsaqan ghaliza yang telah termaktub ini telah membuka jalan yang besar untuk kita ke syurga. Disebabkan itu, marilah kita bersama-sama menyandarkan segala nikmat ini hanya untukNya, kepadaNya dan bersamaNya. Kelak mahligai syurga yang sedang terbina itu akan sentiasa bercahaya menanti kepulangan kita kesana.
Semoga kita sama-sama terus tsabat sehingga Dia menentukan pengakhiran kita samada menang bersama islam atau syahid dipertengahan perjuangan. Kerana zaujahmu sangat mengimpikan saat lafaz ikatan mitsaqan ghaliza sekali lagi dihadapan Ilahi, para malaikat dan seluruh penghuni langit seketika sebelum melangkahnya kita bersama-sama ke syurga. amin amin amin
wallahuallam
wassalam
ps: Jazzakumullahukhairan kasira (semoga Allah membalas kepada kalian dengan kebaikan yang lebih banyak) kepada ibu bapa kami berdua, ahli keluarga tercinta, saudara mara yang bertungkus lumus membantu, akhawat/ikhwah, para sahabat kami, dan semua yang terlibat secara langsung dan tidak langsung dalam wajlis akad nikah dan walimah kami. Jazzakumullahukhairan kasira atas butir2 doanya. Doakan awal hubungan ini BARAKAH, pertengahannya BARAKAH sehingga kita bertemu kembali bersama-sama disyurga kelak dengan penuh BARAKAH. insyaallah aminn
wallahuallam
Monday, June 18, 2012
Senda Gurau dan Permainan
Setiapkali kita melangkah kehadapan, setiap itu kita akan terpijak batu dan tersadung dgn kayu-kayu yang menghalang laluan kita. Kekadang kita terpijak batu yang sama dan kekadang kita tersadung kayu yang sama. Itu sungguh memeritkan. Tetapi setiapkali perit itu dirasai, kita beringat untuk tidak melalui tempat yang sama. Fasa yang sama.
Semakin lama kita berjalan, semakin banyak batu yang dipijak dan banyak kali juga kita tersadung melanggar kayu yang menghalang jalan. Pernah juga kita terjatuh sehingga terduduk kerananya. Atau terluka kaki, berdarah kerananya jua.. tetapi atas dasar cinta Ilahi kepada kita, dan keyakinan kita dengan rahmatNya, alhamdulillah.. kita tetap bangkit dalam payah.. untuk terus berjalan kehadapan..
Itulah kehidupan. Idealnya kita merasakan kehidupan itu sangat indah andai ia berjalan dengan smooth, tanpa dugaan dan cubaan.. tanpa angin, ribut dan taufan..Tetapi Allah jua berfirman dunia ini adalah sendagurauan dan permainan(57:20). Mana mungkin permainan akan berakhir sebelum menang atau kalah ditentukan. syurga atau neraka jadi penentuan. astagfirullahal azim3x.
airmata laju.. dunia ini hy permainan dan sendagurauan.. tetapi hy orang yang terpilih shj sedar tentangnya..dan beramal dengan redha kepadaNya..
Jika matlamat kita besar, kita akan rasa segala apa yang datang kepada kita tu kecik jer walau ia payah.. so, duhai jiwa yang besar, bersabarlah dengan kesabaran yang besar..
wallahuallam
Thursday, May 31, 2012
Sejuta Harapan
Bilaku kenang kisah tersadungnya aku dijalan ini, terasa ingin sujud menyembam wajah kebumi. Malu dengan dosa-dosa lalu, tetapi sangat terharu dengan hidayah dan kasih sayangNya.
Yes, kebanyakan manusia hy melihat siapa kita dan dimana kita berada sekrang. tetapi ke'struggle'lan kita dalam mencapainya.. wallahuallam hanya Allah yang tahu.
kekadang kita ceritalah segala macam kepayahan kita kepada manusia, hatta dia adalah akhawat..blh jadi je mereka juga tidak faham..
Sejak beberapa waktu ini, aku terasa dunia ini sungguh menyesakkan. Pelajaran aku sungguh membebankan, kerjaku sungguh menekan. Sehingga beberapa kali aku terfikir untuk quit daripada master ni. Dan disaat ini, aku terasa ingin sungguh2 menangis keapdaNya, tetapi airmata itu seolah-olah beku.
Pernah suatu ketika beratnya apa yang tersimpan dan dilalui sehingga aku berlari sebentar ke rumahNya. Cukuplah 1 waktu solat untuk aku menangis sepuas-puasnya. Kerana hanya Engkau yang memahami.
Teringat aku di UK dl pn, beberapa kali aku berlari ketengah hutan hanya kerana inginkan ketenangan disisiNya.
Ya Rasulullah, kuketahui perasaan yang menyebabkan dikau berlari ke gua hira, beruzlah disana sehingga penurunan wahyu pertama diberikan kepadamu.. sungguh! dunia ini sangat menyesakkan..
tetapi hanya kerana rahmat dan kasih sayang Dia yg terlalu besar, maka diberikan keringanan dan kemampuan untuk kita laluinya.. sweet kan Allah tu? huhuu
Maka, serahkanlah jiwa,raga dan kehidupan kita kepadaNya..
Sejak beberapa waktu ini, aku terasa dunia ini sungguh menyesakkan. Pelajaran aku sungguh membebankan, kerjaku sungguh menekan. Sehingga beberapa kali aku terfikir untuk quit daripada master ni. Dan disaat ini, aku terasa ingin sungguh2 menangis keapdaNya, tetapi airmata itu seolah-olah beku.
Pernah suatu ketika beratnya apa yang tersimpan dan dilalui sehingga aku berlari sebentar ke rumahNya. Cukuplah 1 waktu solat untuk aku menangis sepuas-puasnya. Kerana hanya Engkau yang memahami.
Teringat aku di UK dl pn, beberapa kali aku berlari ketengah hutan hanya kerana inginkan ketenangan disisiNya.
Ya Rasulullah, kuketahui perasaan yang menyebabkan dikau berlari ke gua hira, beruzlah disana sehingga penurunan wahyu pertama diberikan kepadamu.. sungguh! dunia ini sangat menyesakkan..
tetapi hanya kerana rahmat dan kasih sayang Dia yg terlalu besar, maka diberikan keringanan dan kemampuan untuk kita laluinya.. sweet kan Allah tu? huhuu
Maka, serahkanlah jiwa,raga dan kehidupan kita kepadaNya..
Dia akan menjaga kita..dan Dialah sebaik-baik penjaga.
duhai mumtazah,
duhai mumtazah,
Dan kerana Tuhanmu, maka bersabarlah (74:7)
duhai mumtazah,
banyakkanlah berfikir tentang ummat instead of yourself..kelak engkau akan redha dan bersyukur
duhai mumtazah,
banyakkanlah berfikir tentang ummat instead of yourself..kelak engkau akan redha dan bersyukur
Monday, May 21, 2012
Dikaulah asetku!
Apabila melihat mereka sudah bertatih, jatuh dan bangun.. dan mula mengenal tabiat jalan tarbiyah ini,
Aku jadi sungguh terharu....
Sungguh aku menangis..
duhai para jundi!
kalian adalah asetku dihadapan Allah kelak..
Teruskanlah melangkah walau kekadang engkau terasa ingin jatuh menyembam kebumi dan mengharap Allah mematikan dikau disaat itu juga..Teruskanlah bangun dan melangkah..
Sedikit sahaja lagi!!!!!
Pintu syurga sedang menanti hati-hati seikhlas antunna semua!! Silalah berlari lebih kencang..lebih kencang malawan murabbiahmu ini(walau aku malu untuk mengaku akulah murabbi..mungkin tidak..asifff)...
Tulisan yg dikongsikan oleh anak ummi:
Jika anda mulai menginginkan dunia, katakan kepada diri anda sendiri, "Wahai diri, sungguh kamu telah menghabiskan separuh lebih dari perjalananmu menuju Allah, sisanya tinggal sedikit sahaja. Oleh kerana itu, bersabarlah di atasnya! Wahai diri, janganlah kamu sia-siakan amal soleh yang telah kamu kerjakan, bangunmu di waktu malam dan siang, dan kelelahanmu selama bertahun-tahun di jalan Allah dalam masa yang hanya sebentar ini! Kesabaran ini tidak akan lama! Bersabarlah! Sesungguhnya kedudukan cobaan itu seperti tamu, ia pasti akan segera mohon diri. Wahai kaki-kaki penopang kesabaran, teruslah bergerak! Sungguh, yang tersisa tinggal sedikit lagi!"
-dari Dr. Najih Ibrahim
Wallahuallam
Friday, April 20, 2012
Sehingga cinta sujud dalam mihrab taat kepadaNya
Perlakukanlah cinta selayaknya,
Sehingga ia sujud di mihrab taat kepada Allah dan RasulNya..
“Akak, camane nk buat kalau kita terjatuh cinta?”
Soal adik usrahku ketika dalam perjalanan menghantarnya ke kolej, lewat
malam semalam. Aku yang duduk di seat driver hanya tersenyum.
“ Kembalikanlah cinta itu kepada yang memberi rasa iaitu
Allah. Insyaallah Dia akan tunjukkan cara. Yakinlah cinta adalah segala apa
yang membawa kita kepada Allah. Selain daripanya hanyalah dusta.” Jawabku.
Tidak pasti samada dia dapat memahami sedalamnya atau tidak apa yang kukatakan.
Seusai beredar dari kolej tersebut, kereta menyusur kejalan
utama menuju highway. Sepanjang perjalanan aku beristighfar, mengharap Allah
mengampunkan segala kekuranganku sebagai hamba. Sangat takut andai dosa-dosa
yang menempel dalam diriku telah menghijab rahmat Allah untuk sampai kepada
adik-adik usrahku atau kepada aku sendiri. Astagfirullahal azim3x.
Lewat ini, aku melihat ramai mereka yang senang membicarakan
isu ‘cinta’. Setiapkali usrah, ada je soalan tentangnya yang diajukan kepadaku.
Aku tak berapa pasti adakah kerana sudah ada cincin dijariku maka mereka rasa aku
senang untuk diaju soalan-soalan begitu. Atau kerana aku sering menyebut
perkataan ‘cinta’ setiapkali bersama mereka . Setiapkali memulai pengisian, aku
suka untuk mengajak mereka sama-sama mensyukuri nikmat iman,islam dan faham yg
telah Dia beri. Nikmat kecintaan yang Dia suburkan dalam hati-hati yang hadir
disini.
Sebenarnya, aku tidak berapa gemar mengaitkan cinta itu
dengan istilah perhubungan manusia-manusia semata-mata.. Cinta itu selayaknya
hanyalah hubungan manusia-Allah dan kemudian atas dasar kasih sayang Ilahi maka
Dia mengalirkan cinta kita kepada manusia lain pula. Maka terbentuklah link
cinta sebenar yang suci Manusia-Allah-Manusia. Hatta boleh juga jadi
manusia-Allah-kerja dan segalanya
Manusia à
Allah à X
;
X= apa sahaja yang sepatutnya diletakkan dalam telur putih(alat), bukan telur kuning(matlamat)
Kerana itu, cinta itu adalah kehidupan. Tanpanya, kita akan
kering dalam melayari bahteri hidup penuh kepayahan. Hatta untuk memabwa
dakwah, tanpa cinta.. boleh jadi ia akan mati ketandusan.
Sejak aku kecil, aku mencintai banyak perkara dalam diam. Samada main-main atau serius.
Aku pernah mencintai mamoru chiba, jejaka hansome kekasihnya sailormoon, sehingga aku bercita-cita untuk menjadi sailormoon. Paling kelakar, aku pernah bergaduh dengan rakan sekelas darjah 3 hanya kerana sailormoon dan mamoru chiba.. (allahuakbarr)
Aku pernah mencintai siti nurhaliza sampai bila ada kawan lain suka siti nurhaliza juga, aku tak bagi. Aku rela bagi kawan aku naik basikal dan aku berjalan kaki untuk ke sekolah hanya kerana tak nak bagi dia suka siti nurhaliza juga. (astagfirullahalazim3x)
Lagi-lagi bila naik sekolah menengah aku tahu ada sorang rakan sebatch aku adalah sepupu siti nurhaliza. Aku jeles sampai rasa nak tumbuk orang tu, tapi alhamdulillah tak pernah berjaya. (astagfirullahalazim).
Begitukah sebenarnya cinta?
Aku mula mengenali erti cinta yang sebenar adalah
ketika aku di tingkatan 4. Selepas aku diuji dengan satu fasa ujian kematian
dan kemudian aku diizinkan untuk kembali kepada kehidupan semula, itulah saat
keinsafan. Dan aku mula beristikarah untuk membuat pilihan adalah ketika aku di
tingkatan 5.. Bukan membuat pilihan untuk berkahwin dengan siapa. Tetapi untuk
membuat pilihan tentang kehidupan..seluruhnya.. Bukankah setiap hari kita perlu
memilih?
Dan sehingga kini, sejujurnya, aku dapat menikmati
keberkatan istikarah yang panjang.. Sehingga dalam tempoh 7 tahun ini, telah
banyak pilihan yang mengharukanku dan aku yakin, itu semua adalah ilham
dariNya. Dan aku cuba dan berusaha mencintai pilihan itu.
Kamu diwajibkan berperang (untuk menentang pencerobohan) sedang peperangan itu ialah perkara yang kamu benci; dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah), Allah jualah Yang mengetahui (semuanya itu), sedang kamu tidak mengetahuinya. (Al-Baqarah 2: 216)
Sehingga kini, setiapkali aku membuat pilihan, maka aku yakin yang aku tenang itu adalah ilham Dia walau pada awalnya aku belum cinta. Kekadang, cinta itu datang dahulu sehingga kita terasa sakit menahannya. Lalu kembalikanlah kecintaan itu kepadaNya. Luahkanlah kepadaNya sehingga Allah menentukan pengakhirannya. Boleh jadi Dia menghapuskan rasa itu atau Dia meningkatkan kesabaran dan ketakwaan kita dalam mujahadah menahan cinta. tetapi yakinlah, ketenangan disisiNya, itulah erti redha..
-iAllah aku akan bercerita dengan lebih spesifik dikemudian hari-
Maka perlakukanlah
cinta itu selayaknya hanya kepada Dia dan dariNya, sehingga cinta itu sendiri
akhirnya sujud di mihrab taat kepada Allah dan Rasulnya..
Bukankah itu sungguh manis?
Sekali lagi aku tegaskan..
cinta itu hanyalah segala yang
membawamu kepadaNya..selain daripada itu, ia adalah cinta dusta..
Perlakukanlah cinta selayaknya kepada Allah & Rasul pertama-tamanya
sehinggalah akhirnya, cinta itu sendiri tersungkur sujud kerana taat kepada Allah dan RasulNya.
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh,
kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih
dan sayang.”(maryam:96)
Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik”.
(Yusuf:108 )
Wallahuallam
Monday, March 19, 2012
MAJALAH JOM!!!jom beliiiii!
salam akhawat... semoga post ni menemui antunna dalam keadaan iman yang mantap, hati yang tenang dalam mengingati Allah..amin
JENG3x!!!
MAJALAH JOM dah keluarrrrrrrrrrrrrrrrr!
JOM! beli..
utk area KL (xkisah la kalau bkn KL pn)
bolehlah dapatkan dari saya, mumtazah(0136966757)
hehehehe...sila2..
saya teringat kata-kata seorang adik junior UM yang sy temui baru2 ni.
"Akak, sekarang ramaiiiiiiiiiiiiiii sangat orang nak jadi baik kan?"
huhuu..benar sangat. kalau awal2 1996 ketika astro mula ditubuhkan, habis 76 channel memang dahsyat lah..tapi sekarang alhamdulillah banyak juga channel yang melawan arus modenisasi. channel yg bertungkus lumus untuk melawan arus jahiliyah dengan menyampaikan misi2 islam.wallahuallam
nampaknya semua sedang bekerja..alhamdulillah..sungguh,Allah melihat usaha kita, tidak hasilnya..
Friday, March 9, 2012
bahagia
Allahuakbar!
Pejam celik, pejam celik rupanya sudah hampir 2 tahun aku tamat pengajian ‘degree in chemistry’. Pantasnya masa berlalu. Aku muhasabah kembali, dalam tempoh 2 tahun ni apakah sumbanganku kepada diri sendiri, masyarakat sekeliling dan pendidikan bidang yang sedang aku ceburi ini? Akhirnya aku tertunduk malu.. Apakah amal terbaik yang mampu aku hidangkan dihadapanNya kelak? –mengalir airmata..
Baru-baru ni, seorang officemate aku meluahkan masalah peribadi keluarganya. Cerita tentang kakaknya yang sudah berumahtangga. Suaminya gila bayang dengan wanita lain. Apa perlu dia lakukan sebagai adik untuk membantu keporak perandaan keluarga kakaknya?
Selain tu ada seorang mak cik meluahkan tentang seorang janda yang memerlukan bantuan segera untuk memberikan tuisyen kepada anak lelakinya. Tuisyen agama katanya. Terasa sebak didada bila dengar kisah-kisah dari masyarakat.
Aku tahu banyak lagi kisah yang lebih dahsyat dan menyayat hati daripada ini. Cukuplah jika kita membelek didada-dada akhbar setiap hari. Mana pernah sehari ia sunyi dari cerita-cerita keruntuhan sosial dan budaya masyarakat kita. Jauh dari islam yang sebenarnya.
Sesungguhnya seorang muslim itu akan menjadi hebat apabila dia mengamalkan deen islam sepenuhnya. Sebagaimana Bilal bin Rabah. Beliau seorang hamba. Tiada apa-apa dimata manusia apatah lagi dimata tuannya umayyah bin khalaf suatu ketika dulu. Tetapi dengan Islam, Allah mengangkat darjat beliau disisiNya sehingga Rasulullah saw mendengar bunyi terompah beliau ketika dimikrajkan kelangit. Tidakkah itu hebat? Sumayyah juga hanyalah hamba. Tetapi dengan akidah islamiyah yang diimaninya, syurga tersedia untuknya.
Untuk menjadi manusia yang hebat, tidaklah perlu kita memikirkan pandangan manusia kepada kita didunia yang sementara ini. Hakikatnya pandangan kita dimata Allah, itulah aulanya. Biarpun kita tidak cantik dimata suami yang kurang imannya, cukuplah kita mengharapkan cantik pandangan Allah kepada kita. Seperti Asiah isterinya firaun. Kekufuran suaminya, kekejaman suaminya langsung tidak menggugat aqidah dan keimanannya kepada allah. Lantas kerana itu, maka Allah menyediakan baginya istana istimewa disyurga.
Hakikat kebahagiaan atau kesengsaraan itu asalnya datang dari dalam diri kita.Hati kita. Jiwa kita. Ruh kita. Sakitnya mereka, maka sakitlah amal kita. Kerana ruh/jiwa itu yang menolak jasad kita untuk melakukan amal. Baiknya ruh itu maka baiklah amal kita. Seperti sabda baginda;
“ Ketahuilah bahawa didalam jasad manusia ada seketul daging, jika ia baik maka baiklah jasad tersebut keseluruhannya. Jika ia rosak maka rosaklah jasad tersebut keseluruhannya. Ketahuilah bahwa seketul daging Itu adalah HATI.”-HR Bukhari dan muslim
Sebenarnya kita sangat-sangat beruntung kerana punya title ‘muslim’ didada. Hakikatnya, ia sudah cukup untuk menjadikan kita hebat dimata manusia dan Dia. Lihatlah orang putih yang kita agung-agungkan kononnya hebat. Mengapa mereka hebat? Mengapa mereka berjaya? Sebenarnya hanya kerana sedikit ajaran islam yang mereka aplikasikan dalam kehidupan mereka maka Allah jadikan mereka hebat. Kebersihan, sistem, menjaga hak orang yang tidak berkemampuan, saling bertegur dan memberi salam. Sedikit amalan yang dianjurkan islam telah menjadikan mereka hebat. Bayangkan jika kita yang sememangnya muslim mengamalkan ajaran islam secara total, bagaimanakah?
“Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.”(al-fath:1)
Aku yakin, perubahan itu bermula dalam diri kita kerana kita yang memilih untuk menjadi apa dan bagaimana. Dihadapan Allah nanti, kita seorang denganNya. Allah tidak tanya; ‘Apa amal suamimu?’ atau ‘Apa amal naqibahmu?’. Tetapi dia akan bertanya; ‘Apa amalmu untukku?’.
wallahuallam
Pejam celik, pejam celik rupanya sudah hampir 2 tahun aku tamat pengajian ‘degree in chemistry’. Pantasnya masa berlalu. Aku muhasabah kembali, dalam tempoh 2 tahun ni apakah sumbanganku kepada diri sendiri, masyarakat sekeliling dan pendidikan bidang yang sedang aku ceburi ini? Akhirnya aku tertunduk malu.. Apakah amal terbaik yang mampu aku hidangkan dihadapanNya kelak? –mengalir airmata..
Baru-baru ni, seorang officemate aku meluahkan masalah peribadi keluarganya. Cerita tentang kakaknya yang sudah berumahtangga. Suaminya gila bayang dengan wanita lain. Apa perlu dia lakukan sebagai adik untuk membantu keporak perandaan keluarga kakaknya?
Selain tu ada seorang mak cik meluahkan tentang seorang janda yang memerlukan bantuan segera untuk memberikan tuisyen kepada anak lelakinya. Tuisyen agama katanya. Terasa sebak didada bila dengar kisah-kisah dari masyarakat.
Aku tahu banyak lagi kisah yang lebih dahsyat dan menyayat hati daripada ini. Cukuplah jika kita membelek didada-dada akhbar setiap hari. Mana pernah sehari ia sunyi dari cerita-cerita keruntuhan sosial dan budaya masyarakat kita. Jauh dari islam yang sebenarnya.
Sesungguhnya seorang muslim itu akan menjadi hebat apabila dia mengamalkan deen islam sepenuhnya. Sebagaimana Bilal bin Rabah. Beliau seorang hamba. Tiada apa-apa dimata manusia apatah lagi dimata tuannya umayyah bin khalaf suatu ketika dulu. Tetapi dengan Islam, Allah mengangkat darjat beliau disisiNya sehingga Rasulullah saw mendengar bunyi terompah beliau ketika dimikrajkan kelangit. Tidakkah itu hebat? Sumayyah juga hanyalah hamba. Tetapi dengan akidah islamiyah yang diimaninya, syurga tersedia untuknya.
Untuk menjadi manusia yang hebat, tidaklah perlu kita memikirkan pandangan manusia kepada kita didunia yang sementara ini. Hakikatnya pandangan kita dimata Allah, itulah aulanya. Biarpun kita tidak cantik dimata suami yang kurang imannya, cukuplah kita mengharapkan cantik pandangan Allah kepada kita. Seperti Asiah isterinya firaun. Kekufuran suaminya, kekejaman suaminya langsung tidak menggugat aqidah dan keimanannya kepada allah. Lantas kerana itu, maka Allah menyediakan baginya istana istimewa disyurga.
Hakikat kebahagiaan atau kesengsaraan itu asalnya datang dari dalam diri kita.Hati kita. Jiwa kita. Ruh kita. Sakitnya mereka, maka sakitlah amal kita. Kerana ruh/jiwa itu yang menolak jasad kita untuk melakukan amal. Baiknya ruh itu maka baiklah amal kita. Seperti sabda baginda;
“ Ketahuilah bahawa didalam jasad manusia ada seketul daging, jika ia baik maka baiklah jasad tersebut keseluruhannya. Jika ia rosak maka rosaklah jasad tersebut keseluruhannya. Ketahuilah bahwa seketul daging Itu adalah HATI.”-HR Bukhari dan muslim
Sebenarnya kita sangat-sangat beruntung kerana punya title ‘muslim’ didada. Hakikatnya, ia sudah cukup untuk menjadikan kita hebat dimata manusia dan Dia. Lihatlah orang putih yang kita agung-agungkan kononnya hebat. Mengapa mereka hebat? Mengapa mereka berjaya? Sebenarnya hanya kerana sedikit ajaran islam yang mereka aplikasikan dalam kehidupan mereka maka Allah jadikan mereka hebat. Kebersihan, sistem, menjaga hak orang yang tidak berkemampuan, saling bertegur dan memberi salam. Sedikit amalan yang dianjurkan islam telah menjadikan mereka hebat. Bayangkan jika kita yang sememangnya muslim mengamalkan ajaran islam secara total, bagaimanakah?
“Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.”(al-fath:1)
Aku yakin, perubahan itu bermula dalam diri kita kerana kita yang memilih untuk menjadi apa dan bagaimana. Dihadapan Allah nanti, kita seorang denganNya. Allah tidak tanya; ‘Apa amal suamimu?’ atau ‘Apa amal naqibahmu?’. Tetapi dia akan bertanya; ‘Apa amalmu untukku?’.
wallahuallam
Tuesday, February 21, 2012
Tentang perasaan
salam..
Aku tahu, dikalangan akhawat yg berada dalam track dnt(dakwah dan tarbiyah) ni, berapa ketul je yg berkesempatan untuk menulis. Menulis bait-bait pengalaman mereka. Menulis dan mengalirkan fikrah mereka kedalam bentuk penulisan.
Sejujurnya untuk aku, kalau aku baca penulisan-penulisan aku dl, ada juga yang nak gelak, nak add on, nak kurangkan siket dan nak edit macam2 lagi. Dan sejujurnya kini, aku terlalu berkira dengan masa aku untuk menulis bait-bait kata disini. Hakikatnya terlalu banyak perasaan yang aku simpan dalam draft atau folder tulisan aku, memo dalam hanfonku, buku usrahku..tetapi itulahhh.. sebagai alasan, aku tak menyediakan masa untuk menulis disini..huhu..asif jiddan diri sendiri!
Tetapi sejujurnya juga, sejak dulu lagi aku sangat suka menulis..lagi2 bab perasaan..hahahaha.. perasaan cinta, perasaan sayang, perasaan marah dan segala perasaan anugerah ilahi tu. Lagipun sejak dulu aku mengimani bahawa dalam banyak2 perkara perbezaan diantara manusia, tetap ada 1 persamaan kita iaitu perasaan..semua orang punya perasaan.. itulah key word untuk menyatukan manusia..satukanlah perasaan didalam hati manusia-manusia.. begitu juga dengan anak-anak usrah kita, kawan-kawan kita.. satukanlah perasaan sesame kita. Pandanglah manusia itu dengan pandangan kasih sayang… alirkanlah ia.. insyaallah segala yang datang dari hati akan turun kehati jua.. huhu.. (entri ni khas untuk akhawat shj yeh!hy perasaan sesame jenis je dihalalkan kecuali kpd mahram masing2).
Masa blk dr UK, aku buka kotak-kotak lama aku, bila baca diari lama yg penuh dengan sajak2 jiwang, aku gelak sendiri.. oh beginikah fikrahku dahulu.
Bait-bait sajak,puisi dan bicara dari hatiku seolah-olah aku mencari sesuatu yang hilang.. kuyakin tulah yang Allah hadiahkan kini..jalan dnt ini sendiri.Alhamdulillah
Baru aku sedar, walaupun br 3 tahun aku dalam jalan ni, rupanya telah lama dahulu aku mencari. Mencari wasilah terbaik untuk aku dekatkan diriku kepadaNya.
Mungkin benar itulah keyword turning point setiap manusia-manusia yg dahulunya jahil kemudian telah dihadiahkan cahaya..iaitu
Ingatkah kita kisah salman al- farisi bersama 5 orang pendeta. Mengenang kisah sesusuk tubuh sahabat yg hebat ini cukup menggetarkan jiwaku. Pencariannya terlalu lama dan payah sehingga beliau sujud tersungkur dibawah kaki rasulullah s.a.w kerana sangat-sangat bersyukur dengan nikmat pertemuan dan kesempatan yang Allah beri untuk bertemu rasulullah s.a.w dan kebenaran yang dibawa baginda.
Merefleks diri kita pula bagaimana? Sejauhmana kita bersyukur dengan nikmat tersadungnya kita diatas jalan tarbiyah ini?
Iyaaa, memang bersyukur..alhamdulillah.. tetapi dimana amalnya?
Mungkin sehingga saat ini, kita perlu muhasabah kembali, diamanakah dan kepada siapakah hati kita serahkan?kerana andai benar hati kita menuju kepadaNya insyaallah amal-amal kita juga menjurus kepadaNya cuma.
Minggu ni, ada beberapa orang yang saya temui termasuk anak usrah saya, mereka bertanya tentang ‘cinta’. Tentang perasaan.. huhuuu..
‘bagaimana untuk menangani ujian terjatuh cinta?’
‘bagaimana untuk menerangkan kepada anak usrah yang baru nak berubah meninggalkan jahilinya?’
Oh!pelik sebenarnya mengapa Allah hadirkan soalan-soalan begini kepadaku? Selalu dok nak PK haroki, akhirnya terkene juga soalan-soalan hati dan perasaan..huhu
Bersoal tentang cinta, aku sering bertanya semula dalam diriku:
Kerana terlalu takut untuk jatuh cinta kepada yang boleh membawaku jauh dariNya, aku sentiasa mohon
“Ya Allah, berikanlah daku kekuatan untuk mencintaiMu lebih dari segala-galanya. Mudahkanlah daku untuk mengingatiMu, mensyukuri nikmatMu serta beribadah dengan baik kepadaMu.”
Aku berpendapat,
Ssiapa lagi yang lebih memahami mujahadah kita kalau tidak Allah?
Siapa yang lebih memahami kepayahan kita kalau tidak Allah?
Siapa yang lebih memahami tangisan dan keperitan hati kita menanggung perasaan kalau tidak Allah?
Duhai adikku,
Alirkanlah segala perasaan kita, kecintaan kita samada kepada ibu bapa, jejaka,harta atau apa saja yang kita cintai..alirkanlah ia melalui ilahi sebagai perantara..insyaallah kita akan bahagia walau jiwa terseksa menangung sakit menyimpan cinta.. Dialah yang memegang hati-hati manusia..maka berdoalah kepadanya.
Iya, jika kita menggunakan neraca akal dan nafsu semata-mata, kita akan turut mengikuti kecintaan material yang dilihat oleh kebanyakan manusia.Wanita, kecantikan, kekayaan, anak-anak, harta dll..
Tetapi hakikat sebaliknya, iman itulah yang men’drive’ nafsu dan akal kita untuk memilih yang luar dari materi iaitu Allah semata-mata. Itulah satu-satunya kebaikan, kedamaian, ketenangan dan kecintaan yang abadi. Cantik bukan? Kerana ia adalah abadi, maka untuk mendapatkannya juga perlukan jihad dari hati dan jiwa kita sendiri. Payah tetapi precious sangat untuk kita dapati..
Jom sama-sama kita mujahadah.. meletakkan cinta Allah yang tertinggi sebelum yang lainnya.. Begitulah juga dengan Rasulullah s.a.w.. bagaimana seharusnya kita katakana cinta kepada baginda sedangkan dakwah itu kita lakukan hanya bila free? Begitukah cinta? Bukankah bila kita cinta, segala yang dia suka akan kita sukakan juga…lagi-lagi itulah satu-satu obsesi baginda.. dakwah kasih sayang itu sendiri..
oh nak tulis panjang lg..huhuu..
wallahuallam
Aku tahu, dikalangan akhawat yg berada dalam track dnt(dakwah dan tarbiyah) ni, berapa ketul je yg berkesempatan untuk menulis. Menulis bait-bait pengalaman mereka. Menulis dan mengalirkan fikrah mereka kedalam bentuk penulisan.
Sejujurnya untuk aku, kalau aku baca penulisan-penulisan aku dl, ada juga yang nak gelak, nak add on, nak kurangkan siket dan nak edit macam2 lagi. Dan sejujurnya kini, aku terlalu berkira dengan masa aku untuk menulis bait-bait kata disini. Hakikatnya terlalu banyak perasaan yang aku simpan dalam draft atau folder tulisan aku, memo dalam hanfonku, buku usrahku..tetapi itulahhh.. sebagai alasan, aku tak menyediakan masa untuk menulis disini..huhu..asif jiddan diri sendiri!
Tetapi sejujurnya juga, sejak dulu lagi aku sangat suka menulis..lagi2 bab perasaan..hahahaha.. perasaan cinta, perasaan sayang, perasaan marah dan segala perasaan anugerah ilahi tu. Lagipun sejak dulu aku mengimani bahawa dalam banyak2 perkara perbezaan diantara manusia, tetap ada 1 persamaan kita iaitu perasaan..semua orang punya perasaan.. itulah key word untuk menyatukan manusia..satukanlah perasaan didalam hati manusia-manusia.. begitu juga dengan anak-anak usrah kita, kawan-kawan kita.. satukanlah perasaan sesame kita. Pandanglah manusia itu dengan pandangan kasih sayang… alirkanlah ia.. insyaallah segala yang datang dari hati akan turun kehati jua.. huhu.. (entri ni khas untuk akhawat shj yeh!hy perasaan sesame jenis je dihalalkan kecuali kpd mahram masing2).
Masa blk dr UK, aku buka kotak-kotak lama aku, bila baca diari lama yg penuh dengan sajak2 jiwang, aku gelak sendiri.. oh beginikah fikrahku dahulu.
Bait-bait sajak,puisi dan bicara dari hatiku seolah-olah aku mencari sesuatu yang hilang.. kuyakin tulah yang Allah hadiahkan kini..jalan dnt ini sendiri.Alhamdulillah
Baru aku sedar, walaupun br 3 tahun aku dalam jalan ni, rupanya telah lama dahulu aku mencari. Mencari wasilah terbaik untuk aku dekatkan diriku kepadaNya.
Mungkin benar itulah keyword turning point setiap manusia-manusia yg dahulunya jahil kemudian telah dihadiahkan cahaya..iaitu
“nawaitu dan berkehendak”
Nawaitu untuk menjadi lebih baik dan kesungguhan/keinginan untuk mencapainya..Ingatkah kita kisah salman al- farisi bersama 5 orang pendeta. Mengenang kisah sesusuk tubuh sahabat yg hebat ini cukup menggetarkan jiwaku. Pencariannya terlalu lama dan payah sehingga beliau sujud tersungkur dibawah kaki rasulullah s.a.w kerana sangat-sangat bersyukur dengan nikmat pertemuan dan kesempatan yang Allah beri untuk bertemu rasulullah s.a.w dan kebenaran yang dibawa baginda.
Merefleks diri kita pula bagaimana? Sejauhmana kita bersyukur dengan nikmat tersadungnya kita diatas jalan tarbiyah ini?
Iyaaa, memang bersyukur..alhamdulillah.. tetapi dimana amalnya?
Mungkin sehingga saat ini, kita perlu muhasabah kembali, diamanakah dan kepada siapakah hati kita serahkan?kerana andai benar hati kita menuju kepadaNya insyaallah amal-amal kita juga menjurus kepadaNya cuma.
Minggu ni, ada beberapa orang yang saya temui termasuk anak usrah saya, mereka bertanya tentang ‘cinta’. Tentang perasaan.. huhuuu..
‘bagaimana untuk menangani ujian terjatuh cinta?’
‘bagaimana untuk menerangkan kepada anak usrah yang baru nak berubah meninggalkan jahilinya?’
Oh!pelik sebenarnya mengapa Allah hadirkan soalan-soalan begini kepadaku? Selalu dok nak PK haroki, akhirnya terkene juga soalan-soalan hati dan perasaan..huhu
Bersoal tentang cinta, aku sering bertanya semula dalam diriku:
‘adakah cinta selayaknya untuk yang lain selain allah?’
Kerana terlalu takut untuk jatuh cinta kepada yang boleh membawaku jauh dariNya, aku sentiasa mohon
“Ya Allah, berikanlah daku kekuatan untuk mencintaiMu lebih dari segala-galanya. Mudahkanlah daku untuk mengingatiMu, mensyukuri nikmatMu serta beribadah dengan baik kepadaMu.”
Aku berpendapat,
Ssiapa lagi yang lebih memahami mujahadah kita kalau tidak Allah?
Siapa yang lebih memahami kepayahan kita kalau tidak Allah?
Siapa yang lebih memahami tangisan dan keperitan hati kita menanggung perasaan kalau tidak Allah?
Duhai adikku,
Alirkanlah segala perasaan kita, kecintaan kita samada kepada ibu bapa, jejaka,harta atau apa saja yang kita cintai..alirkanlah ia melalui ilahi sebagai perantara..insyaallah kita akan bahagia walau jiwa terseksa menangung sakit menyimpan cinta.. Dialah yang memegang hati-hati manusia..maka berdoalah kepadanya.
“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaKu. Hendaklah mereka itu memenuhi perintahKu dan beriman kepadaKu agar mereka memperoleh kebenaran.”(2:186)
“Dijadikan indah bagi manusia kecintaan terhadap apa2 yg diingini(syahwat) dari wanita2, anak2 dan harta yang banyak dari jenis emas,perak kuda pilihan, ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia. Dan Allah, disisinyalah sebaik-baik tempat kembali”. ( Ali Imran:14)
Iya, jika kita menggunakan neraca akal dan nafsu semata-mata, kita akan turut mengikuti kecintaan material yang dilihat oleh kebanyakan manusia.Wanita, kecantikan, kekayaan, anak-anak, harta dll..
Tetapi hakikat sebaliknya, iman itulah yang men’drive’ nafsu dan akal kita untuk memilih yang luar dari materi iaitu Allah semata-mata. Itulah satu-satunya kebaikan, kedamaian, ketenangan dan kecintaan yang abadi. Cantik bukan? Kerana ia adalah abadi, maka untuk mendapatkannya juga perlukan jihad dari hati dan jiwa kita sendiri. Payah tetapi precious sangat untuk kita dapati..
Jom sama-sama kita mujahadah.. meletakkan cinta Allah yang tertinggi sebelum yang lainnya.. Begitulah juga dengan Rasulullah s.a.w.. bagaimana seharusnya kita katakana cinta kepada baginda sedangkan dakwah itu kita lakukan hanya bila free? Begitukah cinta? Bukankah bila kita cinta, segala yang dia suka akan kita sukakan juga…lagi-lagi itulah satu-satu obsesi baginda.. dakwah kasih sayang itu sendiri..
oh nak tulis panjang lg..huhuu..
wallahuallam
Sunday, February 5, 2012
3 tahun
Februari ini,
Cukup 3 tahun aku mengenali jalan ini,
Jalan yang membawa aku kepada cinta kepadaNya,
Dan segala cinta yang mendekatkan aku kepadaNya.
Hidup dibawah bayangan tarbiyah menjadikan aku tenang dalam mujahadah. Iyaaa, tidak mudah untuk meninggalkan jahiliyah yang berkarat melekat di hati. Tetapi tarbiyah itu sendiri memberi kekuatan kepadaku untuk berubah menjadi muslimah sejati. Aku ingin jadi muslimah sejati yang lahiriah dan batiniahnya suci dimata Ilahi.
sehingga kini aku tetap takut andai hati ini ada ilah lain selainNya. Iyaa, mudah untuk mengakui Dia cuma Rabb yang kita sembah tetapi sejauhmana kita mampu meletakkan Dialah satu-satunya Ilah kita. Boleh jadi kekadang laptop itu menjadi Ilah kita, atau TV, atau manusia itu sendiri. Astagfirullahal azim3x
Hidup dibawah bayangan tarbiyah menjadikan aku lebih waras dalam berfikir mengikut neraca Ilahi yang sebenarnya. Alhamdulillah, Aku dapat merasai ia membersihkan masa-masaku yang lampau. Membersihkan karat-karat yang melekat dihati yang dalam. Walaupun kini, bila dikenang aku malu sendiri dengan Ilahi, mengenang dosa-dosaku yang bertimbun menggunung sejak dulu lagi, aku rasa malu dengan Dia dan diri sendiri. Betapa kasih sayangNya mengatasi dosa-dosa yang menggunung itu. Dia tetap menghadiahkan 1001 nikmat yang tidak mampu aku ungkapkan..apatah lagi, nikmat mengenali jalan tarbiyah ini.
Nikmat yang menghadirkan satu dimensi baru dalam akal fikiranku malah segala gerak geri jasadku. Aku mula mengenali bahawa iman itu yang menajdi tunjang kefahaman kita dalam beramal. Dan ilmu tanpa diamalkan sememangnya tidak akan tumbuh menjadi pokok kefahaman dan keimanan. Ketiga-tiganya (ilmu, iman, amal) memang saling berkait rapat dan perlu disynchronizekan bersama-sama. Tidak akan mungkin boleh ditinggalkan salah satunya.
Oh! teringat trademark blog ni,
"Beramal kerana taat itu lebih indah daripada mengharap balasan kemanisan iman atau kemenangan"
Iyaa, benar.. pada asalnya sebilangan dari kita beramal secara paksaan dan semakin lama iman itu berbuah dengan sendirinya. Seperti solat.. masa kita kecil solat bila disuruh mak ayah, masam mencuka sambil solat laju2. Tetapi semakin kita besar, semakin kita berilmu, semakin kita mengamalkan, semakin kita faham erti sebenar solat itu sendiri.. Dan sekaligus iman itu bercambah dengan kefahaman yang benar tentang solat itu sendiri. Bukankah itu indah..
Ingat mudah ke untuk meraih cinta? lagi-lagi cinta Ilahi..hehehe.. sememangnya kekadang Dia suka tunggu- tunggu untuk memberi kepada kita. Kerana Dia pun nak tengok sejauhmana kita ni bersungguh-sungguh nak meraih cintaNya..Comel kan Allah tu? soo sweet..
Alhamdulillah... selamat berjuang dalam mujahadah untuk terus berusaha meraih cintaNya..
wallahuallam
“Kecintaan kamu kepada sesuatu boleh membuatkan kamu buta dan tuli.” (Riwayat Ahmad).
Nikmat yang menghadirkan satu dimensi baru dalam akal fikiranku malah segala gerak geri jasadku. Aku mula mengenali bahawa iman itu yang menajdi tunjang kefahaman kita dalam beramal. Dan ilmu tanpa diamalkan sememangnya tidak akan tumbuh menjadi pokok kefahaman dan keimanan. Ketiga-tiganya (ilmu, iman, amal) memang saling berkait rapat dan perlu disynchronizekan bersama-sama. Tidak akan mungkin boleh ditinggalkan salah satunya.
Oh! teringat trademark blog ni,
"Beramal kerana taat itu lebih indah daripada mengharap balasan kemanisan iman atau kemenangan"
Iyaa, benar.. pada asalnya sebilangan dari kita beramal secara paksaan dan semakin lama iman itu berbuah dengan sendirinya. Seperti solat.. masa kita kecil solat bila disuruh mak ayah, masam mencuka sambil solat laju2. Tetapi semakin kita besar, semakin kita berilmu, semakin kita mengamalkan, semakin kita faham erti sebenar solat itu sendiri.. Dan sekaligus iman itu bercambah dengan kefahaman yang benar tentang solat itu sendiri. Bukankah itu indah..
Ingat mudah ke untuk meraih cinta? lagi-lagi cinta Ilahi..hehehe.. sememangnya kekadang Dia suka tunggu- tunggu untuk memberi kepada kita. Kerana Dia pun nak tengok sejauhmana kita ni bersungguh-sungguh nak meraih cintaNya..Comel kan Allah tu? soo sweet..
Alhamdulillah... selamat berjuang dalam mujahadah untuk terus berusaha meraih cintaNya..
wallahuallam
“Kecintaan kamu kepada sesuatu boleh membuatkan kamu buta dan tuli.” (Riwayat Ahmad).
Friday, December 16, 2011
3 bulan perjalanan mencari cinta (II)
salam kemuliaan dari Allah buat para pembaca yang saya muliakan.
Kudoakan semoga kecintaan kepaada jalan dakwah ini terus subur dalam diri kita.. Semoga hati-hati kita terus kehausan dalam mengejar redhaNya dengan berkehendakkan kepada tarbiyah. amin
Aku menulis kali ini hanya untuk meluahkan perasaanku kepada akhawat seluruh dunia khasnya. Akhawat yang ada sebilangannya aku kenal rapat, ada juga sebilangannya aku belum mengenali malah belum pernah berjumpa.. Namun apa yang pasti, bukan pertemuan itu yang mengikat kita melainkan Allah telah mengikat hati-hati kita sehingga selayaknya ada hakmu dalam doaku.
Duhai akhawatku,
Sungguh kuketahui, kutulis bait-bait cinta ini dengan kekurangan yang ada dalam hatiku ini. Kutulis jua bait-bait cinta ini sedangkan dosa dan nodaku tetap bersaki, berbaki hanya kerana kekurangan keikhlasan dalam setiap amalku kepadaNya. Namun tetap kutulis jua bait-bait cinta ini kerana aku ketahui, ada sesuatu didalam hatimu, yang tidak mampu kau terjemahkan melalui perasaan melainkan pelukanmu dan ingatanku kepadamu adalah satu 'hint' dari Allah bahawa kita sedang berinteraksi dan hanya Dialah ditengah-tengahnya.
Duhai ukhti,
Sungguh kuketahui, kutulis bait-bait cinta ini bersama keindahan dunia yang memenuhi persekitaranmu, keseronokan dunia yang terbentang dihadapan matamu, duniawi yang terhampar dengan rakusnya, sebilangan manusia yang saling membenci dan bermusuhan, masyarakat yang sedang tenat dengan jahilinya... Namun tetap ingin aku menyeru kepadamu untuk terus melangkah dalam mujahadah dan terus kehadapan dalam membentangkan pula risalah al-haq yang engkau imani akan membawamu kepada redhaNya. Aku tetap ingin menyerumu agar terus bersabar dalam usahamu membina rijaluddakwah yang mampu dijadikan eset terbesar dihadapan Allah kelak.. Aku tetap menyerumu untuk sama-sama menyembankan diri dalam sujud yang panjang dan memohon agar dirimu terus diberi kekuatan untuk melaksanakan amal terbaik disisiNya dengan bersungguh-sungguh dan dengan penuh kecintaan bukan tanggungjawab semata-mata.
Bila aku kenang kembali bagaimana kefahaman islam itu telah membersihkan hatiku dari segala salah faham tentangnya, lantas aku sujud lama dalam tangis yang panjang. Hanya kerana satu erti kesyukuranku kepada cahaya teragung kurniaanNya.
Duhai ukhti,
Pernahkah dikau terfikir dimana kita sekarang jika kita tidak termasuk dalam kafilah dakwah ini? Pernahkah dirimu terfikir dimana saluran kecintaan kita tatkala ini andai kita bukan bersama kafilah dakwah ini? Mungkinkah kita yang termasuk dalam golongan mereka yang sedang bersukaria dengan dunia fashionnya, shoppingnya, couplenya...Mungkinkah kita yang termasuk dalam golongan mereka yang dikatakan Allah telah menutup hati,telinga dan matanya untuk melihat cahaya ALlah itu? nauzubillahi min zalik.. Kerana itu ketahuilah duhai ukhti bahawa nikmat dirimu dapat bersama kafilah dakwah ini adalah satu anugerah teragung dan terindah dariNya. Nikmat yang telah melepaskan dirimu dari salah faham yang dahsyat tentang kehidupan sebagai seoarang khalifahNya. Nikmat yang telah melepaskanmu dari belengu cinta kepada dunia dan takutkan mati. Nikmat yang bakal membawamu direct kepadaNya. Nikmat yang bakal membuka jalan mudah untuk dirimu kesyurga..
Itulah nikmat teragung yang bisa dirasai dan difahami oleh mereka yang telah terjun dalam dunia cinta ini? sehingga seorang rahib sanggup digergaji sehingga terbelah dua badannya.. sehingga sumayyah sanggup disula demi mempertahankan kefahaman tentang syahadah semata.. sehingga Khabbab bin Aratz sanggup bersabar apabila jasadnya dipanggang..sehingga nabi-nabi terdahulu dibunuh hanya kerana mereka beriman dengan Tuhannya.. seingga Syed Qutb mampu tersenyum dalam mempertahankan kata-katanya sedangkan hukuman gantung menantinya.. sehingga izzuddin khalil tidak kisah yang lain melainkan mengejar Tuhannya dengan syahid dijalanNya..sehingga Syeikh Ahmad Yassin tetap berjuang hanya dengan kerusi rodanya sehingga syahid menyahutnya..
Apakah yang menolak mereka sehingga segala azab dunia itu dirasakan sungguhhhh manis dan mampu dilalui oleh mereka dengan penuhhhh cinta?
bukankah sudah kukatakan tadi, nikmat indahnya berada dibawah bayangan tarbiyah hanya boleh dirasai dan difahami oleh mereka yang turut bersama kafilah dakwah ini.. Hanya dapat dirasai oleh mereka yang telah menyembankan dirinya dalam sujud kerana cinta kepadaNya.. hanya mampu dirasai oleh mereka yang telah menginfaqkan harta dan jiwanya kejalan Allah semata.. hanya mampu dirasai oleh mereka yang telah bersungguh dalam melaksanakan amal muntijah yang mampu mendekatkan diriNya kepada satu-satunya ilah.
Duhai ukhti,
Kesedari dan kufahami bahawa jalan ini sungguh memenatkan dan meletihkan.. Sehingga kekadang dirimu terduduk kerana kehilangan tenaga kerananya. memang benar ia menuntut segala pemikiranmu, menekan perasaanmu, menarik sumber kekuatan jasad dan jiwamu. Kerana itu, janganlah pernah rasa cukup sedangkan amal yang dihidangkan hanya bersama saki baki iman semata..
Duhai ukhti,
Alirkanlah segala kecintaan didalam hatimu kepada mereka yang masih teraba-raba disekitarmu. Begitu juga janganlah engkau mengabaikan hak-hak saudaramu yang telah sama-sama menyatukan hati, jasad dan amal untuk membawa risalah islam ini. Aku sentiasa mendoakan kalian diberi kekuatan dan kesabaran untuk terus beramal dengan penuh cinta dan kebersamaan dengan ahlinya.
Duhai ukhti,
Aku tidak pasti bagaimana dirimu mentafsir kata-kataku.. Diakhir kata-kataku, cukuplah untuk aku katakan aku punya cita-cita yang sama dengan dirimu. Aku ingin melangkah kesyurga bersama-sama kalian. Aku ingin bertemu dengan kalian disana dan kitalah yang menjadi saksi atas AlQuran tentang segala nikmat syurga yang dijanjikanNya didalam kalamullah.
wallahuallam
mumtazah,
glasgow dan york,
4disember 2011-7disember 2011
Kudoakan semoga kecintaan kepaada jalan dakwah ini terus subur dalam diri kita.. Semoga hati-hati kita terus kehausan dalam mengejar redhaNya dengan berkehendakkan kepada tarbiyah. amin
Aku menulis kali ini hanya untuk meluahkan perasaanku kepada akhawat seluruh dunia khasnya. Akhawat yang ada sebilangannya aku kenal rapat, ada juga sebilangannya aku belum mengenali malah belum pernah berjumpa.. Namun apa yang pasti, bukan pertemuan itu yang mengikat kita melainkan Allah telah mengikat hati-hati kita sehingga selayaknya ada hakmu dalam doaku.
Duhai akhawatku,
Sungguh kuketahui, kutulis bait-bait cinta ini dengan kekurangan yang ada dalam hatiku ini. Kutulis jua bait-bait cinta ini sedangkan dosa dan nodaku tetap bersaki, berbaki hanya kerana kekurangan keikhlasan dalam setiap amalku kepadaNya. Namun tetap kutulis jua bait-bait cinta ini kerana aku ketahui, ada sesuatu didalam hatimu, yang tidak mampu kau terjemahkan melalui perasaan melainkan pelukanmu dan ingatanku kepadamu adalah satu 'hint' dari Allah bahawa kita sedang berinteraksi dan hanya Dialah ditengah-tengahnya.
Duhai ukhti,
Sungguh kuketahui, kutulis bait-bait cinta ini bersama keindahan dunia yang memenuhi persekitaranmu, keseronokan dunia yang terbentang dihadapan matamu, duniawi yang terhampar dengan rakusnya, sebilangan manusia yang saling membenci dan bermusuhan, masyarakat yang sedang tenat dengan jahilinya... Namun tetap ingin aku menyeru kepadamu untuk terus melangkah dalam mujahadah dan terus kehadapan dalam membentangkan pula risalah al-haq yang engkau imani akan membawamu kepada redhaNya. Aku tetap ingin menyerumu agar terus bersabar dalam usahamu membina rijaluddakwah yang mampu dijadikan eset terbesar dihadapan Allah kelak.. Aku tetap menyerumu untuk sama-sama menyembankan diri dalam sujud yang panjang dan memohon agar dirimu terus diberi kekuatan untuk melaksanakan amal terbaik disisiNya dengan bersungguh-sungguh dan dengan penuh kecintaan bukan tanggungjawab semata-mata.
Bila aku kenang kembali bagaimana kefahaman islam itu telah membersihkan hatiku dari segala salah faham tentangnya, lantas aku sujud lama dalam tangis yang panjang. Hanya kerana satu erti kesyukuranku kepada cahaya teragung kurniaanNya.
"...ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (semasa jahiliyah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan kurniaanNya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk." (3:103)
Duhai ukhti,
Pernahkah dikau terfikir dimana kita sekarang jika kita tidak termasuk dalam kafilah dakwah ini? Pernahkah dirimu terfikir dimana saluran kecintaan kita tatkala ini andai kita bukan bersama kafilah dakwah ini? Mungkinkah kita yang termasuk dalam golongan mereka yang sedang bersukaria dengan dunia fashionnya, shoppingnya, couplenya...Mungkinkah kita yang termasuk dalam golongan mereka yang dikatakan Allah telah menutup hati,telinga dan matanya untuk melihat cahaya ALlah itu? nauzubillahi min zalik.. Kerana itu ketahuilah duhai ukhti bahawa nikmat dirimu dapat bersama kafilah dakwah ini adalah satu anugerah teragung dan terindah dariNya. Nikmat yang telah melepaskan dirimu dari salah faham yang dahsyat tentang kehidupan sebagai seoarang khalifahNya. Nikmat yang telah melepaskanmu dari belengu cinta kepada dunia dan takutkan mati. Nikmat yang bakal membawamu direct kepadaNya. Nikmat yang bakal membuka jalan mudah untuk dirimu kesyurga..
Itulah nikmat teragung yang bisa dirasai dan difahami oleh mereka yang telah terjun dalam dunia cinta ini? sehingga seorang rahib sanggup digergaji sehingga terbelah dua badannya.. sehingga sumayyah sanggup disula demi mempertahankan kefahaman tentang syahadah semata.. sehingga Khabbab bin Aratz sanggup bersabar apabila jasadnya dipanggang..sehingga nabi-nabi terdahulu dibunuh hanya kerana mereka beriman dengan Tuhannya.. seingga Syed Qutb mampu tersenyum dalam mempertahankan kata-katanya sedangkan hukuman gantung menantinya.. sehingga izzuddin khalil tidak kisah yang lain melainkan mengejar Tuhannya dengan syahid dijalanNya..sehingga Syeikh Ahmad Yassin tetap berjuang hanya dengan kerusi rodanya sehingga syahid menyahutnya..
Apakah yang menolak mereka sehingga segala azab dunia itu dirasakan sungguhhhh manis dan mampu dilalui oleh mereka dengan penuhhhh cinta?
bukankah sudah kukatakan tadi, nikmat indahnya berada dibawah bayangan tarbiyah hanya boleh dirasai dan difahami oleh mereka yang turut bersama kafilah dakwah ini.. Hanya dapat dirasai oleh mereka yang telah menyembankan dirinya dalam sujud kerana cinta kepadaNya.. hanya mampu dirasai oleh mereka yang telah menginfaqkan harta dan jiwanya kejalan Allah semata.. hanya mampu dirasai oleh mereka yang telah bersungguh dalam melaksanakan amal muntijah yang mampu mendekatkan diriNya kepada satu-satunya ilah.
Duhai ukhti,
Kesedari dan kufahami bahawa jalan ini sungguh memenatkan dan meletihkan.. Sehingga kekadang dirimu terduduk kerana kehilangan tenaga kerananya. memang benar ia menuntut segala pemikiranmu, menekan perasaanmu, menarik sumber kekuatan jasad dan jiwamu. Kerana itu, janganlah pernah rasa cukup sedangkan amal yang dihidangkan hanya bersama saki baki iman semata..
Duhai ukhti,
Alirkanlah segala kecintaan didalam hatimu kepada mereka yang masih teraba-raba disekitarmu. Begitu juga janganlah engkau mengabaikan hak-hak saudaramu yang telah sama-sama menyatukan hati, jasad dan amal untuk membawa risalah islam ini. Aku sentiasa mendoakan kalian diberi kekuatan dan kesabaran untuk terus beramal dengan penuh cinta dan kebersamaan dengan ahlinya.
Duhai ukhti,
Aku tidak pasti bagaimana dirimu mentafsir kata-kataku.. Diakhir kata-kataku, cukuplah untuk aku katakan aku punya cita-cita yang sama dengan dirimu. Aku ingin melangkah kesyurga bersama-sama kalian. Aku ingin bertemu dengan kalian disana dan kitalah yang menjadi saksi atas AlQuran tentang segala nikmat syurga yang dijanjikanNya didalam kalamullah.
wallahuallam
mumtazah,
glasgow dan york,
4disember 2011-7disember 2011
Friday, December 9, 2011
Dakwah Rabbani (rabbaniyatud dakwah)
Assalamualaikum w.b.t para ikhwah dan akhawat yang dirahmati Allah
Tidakkah kau nampak wahana yang harus ditanggung oleh sesebuah gerakan dakwah, begitu tubuhnya semakin membesar, ahlinya semakin bertambah, dan gerak-kerjanya mula menampakkan penghasilan? Serentak dengan tertariknya manusia berbondong kepadanya, maka serentak dengan itulah keaslian gerakan dakwah itu mula terhakis. Para pendokong yang mula bersamanya tidak lagi tertapis. Hingga hal-hal asasi yang dulunya menarik minat sekelian ramai orang, sudah mula pahit dan kehilangan manis.
Hingga, berapa banyak gerakan Islam di Malaysia yang mengaku bahawa merekalah Ikhwan Muslimin cawangan Malaysia, tapi saling bercakaran sesama mereka? Mereka mengambil manhaj dakwah Ikhwan, tetapi tarbiyah yang menjadi “main product” Ikhwan sahaja tidak lagi mereka titik-beratkan?
Atau mereka yang mengaku bermanhaj Salafi, tetapi akhlaq dan pemahaman mereka justeru memalukan sahaja para pengikut dakwah Salafiyah ini. Hingga ke tahap membawa fitnah kepada dakwah Quran dan Sunnah ini.
Begitulah, berapa ramai yang mungkin ia memang sebahagian daripada sesebuah gerakan dakwah, tetapi kriteria yang ia miliki tidak selayaknya menghiasi criteria gerakan dakwah yang ia ceburi? Dan, berapa ramai juga yang mungkin ia tidak bersama gerakan dakwah itu secara zahiri, tetapi fikrah dan kesungguhannya menjadikan ia bersatu dengan jemaah dakwah secara fikri dan qalbi.
Lantaran itu, ketika kalian mahu memilih untuk terjun ke dalam dunia dakwah, tentunya bersama sebuah khafilah dakwah, usahlah anda melihat “nama” jemaah dakwah itu, sebaliknya lihatlah karakteristik dakwah, atau khosoisud dakwah yang ingin anda abdikan dirimu terhadapnya. Kerana tiada ertinya anda berada di dalam jemaah dakwah yang betul dan terbaik, dari segi namanya, tetapi gerak kerjanya jauh panggang daripada api daripada induk jemaah dakwah yang sebenarnya. Jika tidak bertentangan dengan kitabullah dan sunnah rasul-Nya.
Melihat kepada khosoisud dakwah(ciri-ciri atau karekteristik dakwah)adalah umpama kita melihat apa yang diperkatakan(ma qouli)oleh seseorang, berbanding melihat orang yang bertutur kata(man qoula)itu. Dengan sebegini, anda bukan sekadar bersama khafilah dakwah ini secara sembrono, tetapi anda justeru memilih bersama dakwah ini di atas dasar cinta. Iya, dasar cinta!
TECHNICAL SPECIFICATION
Dalam kerjaya seorang jurutera, spesifikasi atau singakatannya spec sesuatu jentera atau perkakas sangatlah penting. Malah, ianya lebih penting berbanding paras rupa fizikal sesuatu perkakas itu. Ini berbeza dengan sudut pandangan orang-orang umum: mereka biasanya lebih cenderung pada keindahan dan keunikan paras rupa sesuatu alatan semata-mata.
Contohnya kereta. Secara umum, orang awam lebih cenderung memilih kereta bersandarkan reka bentuk dan rupa fizikal kereta tersebut (dengan mengabaikan sebentar tentang soal harga). Ini tentunya berbeza dengan mereka yang memang berjiwa jurutera, semuanya terletak pada specnya. Kami para jurutera lebih rela memiliki sebuah kereta bak “peti ais” asal enjinnya bagus, suspensionnya class, breknya mencengkam, absorbernya mantap dan sebagainya, berbanding memiliki kereta bak rupa Knight Rider yang hanya indah khabar dari rupa misalnya. Kerana para jurutera (barangkali) lebih menghayati tujuan asasi wujudnya kereta itu: Sebagai sebuah medium pengangkutan semata. Atau, istilah yang biasa kita para aktivis dakwah gunakan, iaitu wasilah. Maka, untuk menunaikan “tujuan hidup” sesebuah kereta, tentunya spec jauh lebih mustahak berbanding paras rupa fizikalnya.
Begitulah juga dengan sesebuah jemaah dakwah. Apalah ada pada nama, andainya ciri-ciri atau khoshoisud da’wahnya tidak bisa menghantar kita kepada keredhaan Tuhan? Lantas, dengan memahami betapa jemaah itu sebagai wasilah bukannya tujuan, ciri-ciri dan karesteristik dakwah itulah yang harus kita perhatikan. Nah, apakah karakteristik sesebuah gerakan dakwah itu?
Yang pertamanya ialah rabbani.
Rabbaniyah ad-Da’wah
Dalam bahasa mudah, rabbani itu ialah “rabb orientated”. Kalau orang yang “bola orientated” misalnya, ia akan melihat semua perkara yang dilihatnya akan ada kaitannya dengan bola (semisal iklan Celcom satu masa dahulu) hingga makannya bola, tidurnya bola (hanya minumnya sahaja Coca-cola), maka, orang yang “rabb orientated” akan senantiasa melihat, malah merasakan kebesaran Tuhannya dalam setiap kejadian, dan segenap peristiwa yang dilihat dan dilaluinya sehari-hari.
Jugam rabbani itu adalah sifat yang menjadikan tarbiyah “melekat” pada dirinya. Ertinya dakwah yang rabbani, akan senantiasa menjadi tarbiyah sebagai “main product”nya, biar mihwar mana pun yang ia lalui. Persis restoran KFC yang menjadikan ayam sebagai main productnya, biarpun sehebat mana pun pelanggannya menggemari udang yang ia tawarkan.
Dan rabbani –seperti mana tauhid rububiyyah yang diterima oleh semua kalangan- juga harus mempunyai sifat kemanusiaan itu. Biar pun dakwah sememangnya menuntut sebuah pengorbanan, tetapi pengorbanan-pengorbanan itu masih dalam rangka kemanusiaan.
Misalnya, tak sepatutnya seorang murabbiyah/ naqibah mengarahkan anak usrahnya yang sedang mahu bersalin untuk tetap hadir ke usrah, hanya sekadar beralasan “anti kena berkorban ukhti..” Iya, ukhti itu memang harus siap untuk berkorban, tetapi awak wahai sang murabbiyah pula harus lebih bersifat peri-kemanusiaan. Lupakah anda dengan hadith Nabi SAW;
"Orang yang tak mengasihi, tidak akan dikasihi?”
Benarlah pendapat Imam ar-Raghib al-Ashfahani tentang ta’rifnya tarbiyah:
Begitulah juga erti rabbaniyatud dakwah sebenanrnya. Bak puisi Ayatul Husna didalam KCB;
Seperti bumi yang justeru berputar kerna mentaati titah Tuhannya, atau seperti juga matahari yang tetap terus memancarkan cahayanya dek kerana mentaati titah Tuhannya.
Maka, seharusnya dakwah jua begitu. Dakwah, ketika ia berlaku semata-mata dek kecintaannya pada titah Tuhannya, maka itu ertinya dakwah itu sedang memiliki nuansa “rabbani”. Ia menjelma kerana cintanya pada Rabbnya. Ia terlaksana demi meninggikan kalimah Rabbnya. Dan ia tidak akan pernah berakhir, selagi pelaku-pelaku “Rabb orientated” yang lain; bumi, matahari, dan yang lain-lainnya, pupus dari persada alam maya, atau tamat sudah rentetan masa dan waktu.
Maka, kerana itu Syaikh Fathi Yakan memilih dalil yang paling tepat ketika menekankan bahawa ciri yang pertama(dan terutama)yang harus dimiliki oleh sebuah gerakan dakwah itu, adalah sifat Rabbani.
Ertinya, dakwah yang kita maksudkan, hanyalah dakwah yang mempunyai sifat-sifat rabbani. Ia Rabb orientated. Ia menitik beratkan tarbiyah. Dan seperti mana setiap manusia mengimani ALLAH pada tauhid rububiyyahnya, maka sebegitulah dakwah juga bisa diterima oleh setiap kalangan manusia. Ia tidak melanggar prinsip-prinsip manusiawi. Namun, ia akan tetap mengorek segala potensi yang ada pada manusia, hingga ia mampu berobah “from zero to hero.”
Lalu mari kita perhatikan apakah dalil-dalil yang di dalamnya ALLAH menyebut tentang “rabbani” ini. Tentang mereka-mereka yang rabbani ini; itulah golongan “rabbaniyyun.”
Maka, daripada ayat-ayat di atas, bisa kita menyimpulkan bahawa dakwah yang rabbani, harus memiliki 3 hal;-
a) Rabbaniyah ar-Risalah(intipati perjuangan itu harus rabbani)
b) Rabbaniyah ar-Rijal(pada kader dan pemikul panji dakwah ini pun harus Rabbani)
c) Rabbaniyah al-Jama’ah(perjuangan ini harus secara perkumpulan. Dan kumpulan itu adalah jamaah. Dan bukan sebarang jamaah, tetapi Jamaah yang sifatnya Rabbani).
Ketika dakwah sudah melengkapkan dirinya dengan 3 anasir ini, maka tiadalah yang bisa menghalangnya untuk menyahut janji Tuhannya, betapa bumi akan pasti terwariskan pada mereka-mereka yang soleh.

Lalu mengalirlah dakwah ini seperti air, sedang air itu menghidupkan, sedang air itu juga mencintai titah Tuhannya, seperti indahnya puisi si Ayatul Husna(KCB);
Dakwah yang rabbani, itulah cirri-ciri asasi sebuah gerakan dakwah. Kerana Rabbani tiap tahun jadi kumpulan Nasyid terbaik. Bukan UNIC, bukan Raihan, Hijjaz, dan yang lain-lainnya.
wallahuallam
Oleh: Ir. Faridul Farhan Abd Wahab
Berapa ramai yang pada kami
Tetapi dia bukan daripada kami
Dan berapa ramai yang daripada kami
Tetapi dia (sebenarnya) bukan pada kami
Tidakkah kau nampak wahana yang harus ditanggung oleh sesebuah gerakan dakwah, begitu tubuhnya semakin membesar, ahlinya semakin bertambah, dan gerak-kerjanya mula menampakkan penghasilan? Serentak dengan tertariknya manusia berbondong kepadanya, maka serentak dengan itulah keaslian gerakan dakwah itu mula terhakis. Para pendokong yang mula bersamanya tidak lagi tertapis. Hingga hal-hal asasi yang dulunya menarik minat sekelian ramai orang, sudah mula pahit dan kehilangan manis.
Hingga, berapa banyak gerakan Islam di Malaysia yang mengaku bahawa merekalah Ikhwan Muslimin cawangan Malaysia, tapi saling bercakaran sesama mereka? Mereka mengambil manhaj dakwah Ikhwan, tetapi tarbiyah yang menjadi “main product” Ikhwan sahaja tidak lagi mereka titik-beratkan?
Atau mereka yang mengaku bermanhaj Salafi, tetapi akhlaq dan pemahaman mereka justeru memalukan sahaja para pengikut dakwah Salafiyah ini. Hingga ke tahap membawa fitnah kepada dakwah Quran dan Sunnah ini.
Begitulah, berapa ramai yang mungkin ia memang sebahagian daripada sesebuah gerakan dakwah, tetapi kriteria yang ia miliki tidak selayaknya menghiasi criteria gerakan dakwah yang ia ceburi? Dan, berapa ramai juga yang mungkin ia tidak bersama gerakan dakwah itu secara zahiri, tetapi fikrah dan kesungguhannya menjadikan ia bersatu dengan jemaah dakwah secara fikri dan qalbi.
Lantaran itu, ketika kalian mahu memilih untuk terjun ke dalam dunia dakwah, tentunya bersama sebuah khafilah dakwah, usahlah anda melihat “nama” jemaah dakwah itu, sebaliknya lihatlah karakteristik dakwah, atau khosoisud dakwah yang ingin anda abdikan dirimu terhadapnya. Kerana tiada ertinya anda berada di dalam jemaah dakwah yang betul dan terbaik, dari segi namanya, tetapi gerak kerjanya jauh panggang daripada api daripada induk jemaah dakwah yang sebenarnya. Jika tidak bertentangan dengan kitabullah dan sunnah rasul-Nya.
Melihat kepada khosoisud dakwah(ciri-ciri atau karekteristik dakwah)adalah umpama kita melihat apa yang diperkatakan(ma qouli)oleh seseorang, berbanding melihat orang yang bertutur kata(man qoula)itu. Dengan sebegini, anda bukan sekadar bersama khafilah dakwah ini secara sembrono, tetapi anda justeru memilih bersama dakwah ini di atas dasar cinta. Iya, dasar cinta!
TECHNICAL SPECIFICATION
Dalam kerjaya seorang jurutera, spesifikasi atau singakatannya spec sesuatu jentera atau perkakas sangatlah penting. Malah, ianya lebih penting berbanding paras rupa fizikal sesuatu perkakas itu. Ini berbeza dengan sudut pandangan orang-orang umum: mereka biasanya lebih cenderung pada keindahan dan keunikan paras rupa sesuatu alatan semata-mata.
Contohnya kereta. Secara umum, orang awam lebih cenderung memilih kereta bersandarkan reka bentuk dan rupa fizikal kereta tersebut (dengan mengabaikan sebentar tentang soal harga). Ini tentunya berbeza dengan mereka yang memang berjiwa jurutera, semuanya terletak pada specnya. Kami para jurutera lebih rela memiliki sebuah kereta bak “peti ais” asal enjinnya bagus, suspensionnya class, breknya mencengkam, absorbernya mantap dan sebagainya, berbanding memiliki kereta bak rupa Knight Rider yang hanya indah khabar dari rupa misalnya. Kerana para jurutera (barangkali) lebih menghayati tujuan asasi wujudnya kereta itu: Sebagai sebuah medium pengangkutan semata. Atau, istilah yang biasa kita para aktivis dakwah gunakan, iaitu wasilah. Maka, untuk menunaikan “tujuan hidup” sesebuah kereta, tentunya spec jauh lebih mustahak berbanding paras rupa fizikalnya.
Begitulah juga dengan sesebuah jemaah dakwah. Apalah ada pada nama, andainya ciri-ciri atau khoshoisud da’wahnya tidak bisa menghantar kita kepada keredhaan Tuhan? Lantas, dengan memahami betapa jemaah itu sebagai wasilah bukannya tujuan, ciri-ciri dan karesteristik dakwah itulah yang harus kita perhatikan. Nah, apakah karakteristik sesebuah gerakan dakwah itu?
Yang pertamanya ialah rabbani.
Rabbaniyah ad-Da’wah
Dalam bahasa mudah, rabbani itu ialah “rabb orientated”. Kalau orang yang “bola orientated” misalnya, ia akan melihat semua perkara yang dilihatnya akan ada kaitannya dengan bola (semisal iklan Celcom satu masa dahulu) hingga makannya bola, tidurnya bola (hanya minumnya sahaja Coca-cola), maka, orang yang “rabb orientated” akan senantiasa melihat, malah merasakan kebesaran Tuhannya dalam setiap kejadian, dan segenap peristiwa yang dilihat dan dilaluinya sehari-hari.
“Dan kelak akan KAMI perlihatkan kepada mereka ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran) KAMI di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah kepada merepa sesungguhnya (al-Quran itu) adalah kebenaran..” (Surah Fushilat [41]:53)
Jugam rabbani itu adalah sifat yang menjadikan tarbiyah “melekat” pada dirinya. Ertinya dakwah yang rabbani, akan senantiasa menjadi tarbiyah sebagai “main product”nya, biar mihwar mana pun yang ia lalui. Persis restoran KFC yang menjadikan ayam sebagai main productnya, biarpun sehebat mana pun pelanggannya menggemari udang yang ia tawarkan.
Dan rabbani –seperti mana tauhid rububiyyah yang diterima oleh semua kalangan- juga harus mempunyai sifat kemanusiaan itu. Biar pun dakwah sememangnya menuntut sebuah pengorbanan, tetapi pengorbanan-pengorbanan itu masih dalam rangka kemanusiaan.
Misalnya, tak sepatutnya seorang murabbiyah/ naqibah mengarahkan anak usrahnya yang sedang mahu bersalin untuk tetap hadir ke usrah, hanya sekadar beralasan “anti kena berkorban ukhti..” Iya, ukhti itu memang harus siap untuk berkorban, tetapi awak wahai sang murabbiyah pula harus lebih bersifat peri-kemanusiaan. Lupakah anda dengan hadith Nabi SAW;
"Orang yang tak mengasihi, tidak akan dikasihi?”
Benarlah pendapat Imam ar-Raghib al-Ashfahani tentang ta’rifnya tarbiyah:
Insya’us syai halan fahalan ila haddit tamam ; "Menumbuhkan sesuatu dari satu kondisi ke kondisi lain sampai pada kesempurnaan"
Begitulah juga erti rabbaniyatud dakwah sebenanrnya. Bak puisi Ayatul Husna didalam KCB;
Kau mencintaiku
Seperti bumi
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Menanggung beban derita
Tak pernah lelah
Menghisap luka
Kau mencintaiku
Seperti matahari
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Membagi cerah cahaya
Tak pernah lelah
Menghangatkan jiwa
Seperti bumi yang justeru berputar kerna mentaati titah Tuhannya, atau seperti juga matahari yang tetap terus memancarkan cahayanya dek kerana mentaati titah Tuhannya.
Maka, seharusnya dakwah jua begitu. Dakwah, ketika ia berlaku semata-mata dek kecintaannya pada titah Tuhannya, maka itu ertinya dakwah itu sedang memiliki nuansa “rabbani”. Ia menjelma kerana cintanya pada Rabbnya. Ia terlaksana demi meninggikan kalimah Rabbnya. Dan ia tidak akan pernah berakhir, selagi pelaku-pelaku “Rabb orientated” yang lain; bumi, matahari, dan yang lain-lainnya, pupus dari persada alam maya, atau tamat sudah rentetan masa dan waktu.
Maka, kerana itu Syaikh Fathi Yakan memilih dalil yang paling tepat ketika menekankan bahawa ciri yang pertama(dan terutama)yang harus dimiliki oleh sebuah gerakan dakwah itu, adalah sifat Rabbani.
“Katakanlah: Sesungguhnya solatku, ibadatku, hidupku dan mati adalah kerana ALLAH Rabb sekalian alam”(Surah al-An’am [6]:162).
Ertinya, dakwah yang kita maksudkan, hanyalah dakwah yang mempunyai sifat-sifat rabbani. Ia Rabb orientated. Ia menitik beratkan tarbiyah. Dan seperti mana setiap manusia mengimani ALLAH pada tauhid rububiyyahnya, maka sebegitulah dakwah juga bisa diterima oleh setiap kalangan manusia. Ia tidak melanggar prinsip-prinsip manusiawi. Namun, ia akan tetap mengorek segala potensi yang ada pada manusia, hingga ia mampu berobah “from zero to hero.”
Lalu mari kita perhatikan apakah dalil-dalil yang di dalamnya ALLAH menyebut tentang “rabbani” ini. Tentang mereka-mereka yang rabbani ini; itulah golongan “rabbaniyyun.”
Tidaklah patut bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Kitab agama dan hikmat serta pangkat Nabi, kemudian ia tergamak mengatakan kepada orang ramai: "Hendaklah kamu menjadi orang-orang yang menyembahku dengan meninggalkan perbuatan menyembah Allah". Tetapi(sepatutnya ia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang Rabbaniyin(yang hanya menyembah Allah Taala - dengan ilmu dan amal yang sempurna), kerana kamu sentiasa mengajarkan isi Kitab Allah itu, dan kerana kamu selalu mempelajarinya.(Surah Ali Imran [3]:79)
Dan berapa banyak dari Nabi-nabi(dahulu)telah berperang dengan disertai oleh ramai orang-orang yang taat kepada Allah, maka mereka tidak merasa lemah semangat akan apa yang telah menimpa mereka pada jalan(agama) Allah dan mereka juga tidak lemah tenaga dan tidak pula mahu tunduk(kepada musuh). Dan(ingatlah), Allah sentiasa mengasihi orang-orang yang sabar(Surah Ali Imran [3]:146)
Maka, daripada ayat-ayat di atas, bisa kita menyimpulkan bahawa dakwah yang rabbani, harus memiliki 3 hal;-
a) Rabbaniyah ar-Risalah(intipati perjuangan itu harus rabbani)
b) Rabbaniyah ar-Rijal(pada kader dan pemikul panji dakwah ini pun harus Rabbani)
c) Rabbaniyah al-Jama’ah(perjuangan ini harus secara perkumpulan. Dan kumpulan itu adalah jamaah. Dan bukan sebarang jamaah, tetapi Jamaah yang sifatnya Rabbani).
Ketika dakwah sudah melengkapkan dirinya dengan 3 anasir ini, maka tiadalah yang bisa menghalangnya untuk menyahut janji Tuhannya, betapa bumi akan pasti terwariskan pada mereka-mereka yang soleh.
Dan demi sesungguhnya, Kami telah tulis di dalam Kitab-kitab yang Kami turunkan sesudah ada tulisannya pada Lauh Mahfuz: "Bahawasanya bumi itu akan diwarisi oleh hamba-hambaKu yang soleh" (Surah al-Anbiya’ [21]:105).
Lalu mengalirlah dakwah ini seperti air, sedang air itu menghidupkan, sedang air itu juga mencintai titah Tuhannya, seperti indahnya puisi si Ayatul Husna(KCB);
Kau mencintaiku
Seperti air
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Membersihkan lara
Tak pernah lelah
Menyejukkan dahaga
Dakwah yang rabbani, itulah cirri-ciri asasi sebuah gerakan dakwah. Kerana Rabbani tiap tahun jadi kumpulan Nasyid terbaik. Bukan UNIC, bukan Raihan, Hijjaz, dan yang lain-lainnya.
wallahuallam
Oleh: Ir. Faridul Farhan Abd Wahab
Wednesday, December 7, 2011
3 bulan perjalanan mencari cinta (I)
Salam akhawat fillah,
Teringin untuk aku bicarakan tentang 3 bulan perjalananku mencari cinta...Disini, dibumi United Kingdom ini...
Sejujurnya........
Atas urusan ijazah duniaku;
3 bulan aku kesini hanya untuk mempelajari bagaimana untuk mentafsir gambar-gambar dibawah:
Gambar tersebut adalah texture dari chemicals compound yang berbeza..punya ability untuk digunakan dalam teknologi terkini yang sedang berkembang pesat; ada didalam iphone,smartphones,TV, suis, komputer dll disisi kita.
Hanya itukah erti 3 bulan perjalananku disini? Mencari erti sebenar kegilaan teknologi LCD,OLED,TFT dengan liquid crystals dan metallomesogens?
Ilmu Allah yang super agung itu..dikejari para saintis dan engineer sehingga ada yang sanggup hidup dan mati bersama teknologi ini.. TV yang dulu hitam putih, bertukar menjadi coloured dan berkembang lagi sehingga teknologi plasma lcd sekarang..Tidak mustahil suatu hari nanti setiap manusia akan punya LCD screen dengan hanya meletakkannya dalam mata seperti kanta sentuh atau hanya dengan berkaca mata.. dengan menggunakan teknologi mind setting, telah mampu men switch off atau switch on papan layar LCD tersebut..
Iyaaa,,itu tidak mustahil kerana itulah obsesi dan kegilaan orang yang sedang bekerja untuknya.. seperti keobsesan lelaki-lelaki dengan bolanya, seperti kegilaan perempuan-perempuan dengan fashion updated nya..seperti kegilaan daeiyah itu juga dengan tarbiyah/dakwahnya..
Sehingga kini, setelah 3 bulan, aku mula mampu mensynchronizekan segala aktiviti ini dengan perjalanan tarbiyahku..Ia....perjalanan research ini sama-exactly the same- dengan perjalanan tarbiyah yang indah itu..
Apakah seruan 'yang memberikan kehidupan' bagiku?
hmmmmm...aku sedang mengarang satu cerita tentangnya....yang kukutip dan ku'grab' sepanjang 3 bulan perjalananku mencari cinta..
3 minggu lagi...ia akan berakhir..semoga Allah mengizinkan untuk aku sampai ke malaysia dengan membawa seruan kehidupan yang lebih segar dari sebelumnya..amin
wallahuallam
mumtazah
york, UK
Teringin untuk aku bicarakan tentang 3 bulan perjalananku mencari cinta...Disini, dibumi United Kingdom ini...
Sejujurnya........
Atas urusan ijazah duniaku;
3 bulan aku kesini hanya untuk mempelajari bagaimana untuk mentafsir gambar-gambar dibawah:
Gambar tersebut adalah texture dari chemicals compound yang berbeza..punya ability untuk digunakan dalam teknologi terkini yang sedang berkembang pesat; ada didalam iphone,smartphones,TV, suis, komputer dll disisi kita.
Hanya itukah erti 3 bulan perjalananku disini? Mencari erti sebenar kegilaan teknologi LCD,OLED,TFT dengan liquid crystals dan metallomesogens?
Ilmu Allah yang super agung itu..dikejari para saintis dan engineer sehingga ada yang sanggup hidup dan mati bersama teknologi ini.. TV yang dulu hitam putih, bertukar menjadi coloured dan berkembang lagi sehingga teknologi plasma lcd sekarang..Tidak mustahil suatu hari nanti setiap manusia akan punya LCD screen dengan hanya meletakkannya dalam mata seperti kanta sentuh atau hanya dengan berkaca mata.. dengan menggunakan teknologi mind setting, telah mampu men switch off atau switch on papan layar LCD tersebut..
Iyaaa,,itu tidak mustahil kerana itulah obsesi dan kegilaan orang yang sedang bekerja untuknya.. seperti keobsesan lelaki-lelaki dengan bolanya, seperti kegilaan perempuan-perempuan dengan fashion updated nya..seperti kegilaan daeiyah itu juga dengan tarbiyah/dakwahnya..
Sehingga kini, setelah 3 bulan, aku mula mampu mensynchronizekan segala aktiviti ini dengan perjalanan tarbiyahku..Ia....perjalanan research ini sama-exactly the same- dengan perjalanan tarbiyah yang indah itu..
"Wahai orang2 beriman! Penuhilah seruan allah dan Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, dan ketahuilah bahawa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepadaNyalah kamu akan dikumpulkan."(8:24)
Apakah seruan 'yang memberikan kehidupan' bagiku?
hmmmmm...aku sedang mengarang satu cerita tentangnya....yang kukutip dan ku'grab' sepanjang 3 bulan perjalananku mencari cinta..
3 minggu lagi...ia akan berakhir..semoga Allah mengizinkan untuk aku sampai ke malaysia dengan membawa seruan kehidupan yang lebih segar dari sebelumnya..amin
wallahuallam
mumtazah
york, UK
Tuesday, November 15, 2011
Rijal kehilangan hati II
JAWAPAN ISHAB KEPADA RIJAL TANPA HATI
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
Saya telah membaca suratmu dan sangat terpengaruh dengan kejujuran bahasamu, keindahan keberanianmu,halusnya kesedaranmu dan HIDUPNYA hatimu.Saudaraku, kamu bukan orang yang hatinya mati seperti yang kamu sangka.
Akan tetapi, kamu adalah seorang pemuda yang perasaannya tajam, jiwanya bersih dan nuraninya lembut. Seandainya tidak bersifat demikian,tentulah kamu engkari perasaanmu. Akan tetapi besarnya semangat & jauhnya tujuan( matlamat hidup)membuatmu menganggap kecil urusanmu yang besar & engkau mengharapkan tambahan untuknya. Tidak ada masalah dalam hal itu & memang itu yang sepatutnya berlaku.
Saya merasakan apa yang kamu rasakan, saya berjalan sebagaimana kamu berjalan & saya akan berusaha untuk memberikan beberapa nasihat. Jika nasihat-nasihat ini bermanfaat bagimu & dengan melaksanakannya kamu lihat dapat menghapuskan dahaga serta mengubati sakitmu, maka alhamdulillah atas taufikNya. Namun jika tidak demikian, maka saya senang untuk bertemu denganmu agar kita saling bekerjasama untuk mengenal pasti penyakitmu & menentukan ubatnya.
Berteman dengan orang-orang yang khusyuk yang selalu merenung, bergaul dengan orang yang selalu berfikir& menyendiri, dekat dengan orang yang bertaqwa & soleh yang dari mereka terpancar hikmah & dari wajah mereka terpancar cahaya, & dari hati mereka bertambah makrifat -dan jumlah mereka adalah sedikit- adalah ubat yang mujarab.
Berusahalah berteman dengan orang-orang seperti mereka, selalu bersama mereka, kembali kepada mereka & kamu sambungkan rohmu dengan roh mereka, jiwamu dengan jiwa mereka serta kamu habiskan kebanyakan waktu kosongmu bersama mereka. Hati-hatilah dengan orang yang mengaku-ngaku. Carilah orang yang keadaannya membuatmu bangkit bersemangat, perbuatannya membawamu berbuat baik & jika kamu melihatnya maka kamu mengingat Allah.
Berteman dengan orang-orang seperti ini adalah salah satu ubat yang mujarab kerana watak manusia sering mencuri, sehinggalah hati terpengaruh dengan hati yang lain dan jiwa pun mengambil contoh dari jiwa yang lain. Oleh kerana itu, berusahalah untuk menemukan jiwa-jiwa yang soleh sebagai teman.
Saudaraku, berfikir, berzikir di waktu-waktu yang suci, menyendiri, bermunajat serta merenung alam yang indah dan menakjubkan, menggali rahsia keindahan & keagungan alam, meneliti dengan hati & berzikir dengan lisan tentang tanda keagungan yang menakjubkan serta hikmah yang agung ini, termasuk hal yang memberi kehidupan kepada hati dan menyinari kalbu dengan keimanan & keyakinan.
Allah swt berfirman;
“Sesungguhnya dalampenciptaan langit & bumi, dan silih bergantinya malam & siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yangberakal.” (Ali-Imran : 190)
Saudaraku, seterusnya berfikir tentang masyarakat, melihat pelbagai penderitaan, kebahagiaan, kesulitan serta keamanan, menjenguk orang sakit, menggembirakan orang yang ditimpa bencana & mengetahui sebab kesengsaraan yang berbentuk pembangkangan, kekafiran, kezaliman, pelanggaran, sikap mementingkan diri, egois,terpedaya oleh hal-hal yang semu, semua ini merupakan cantuman bagi rantaian hati yang menyatukan cerai berainya & menghidupkannya dari kematian.
Maka berusahalah agar kewujudanmu menjadi penghibur bagi sengsara & tertimpa bencana. Tidak ada perkara yang pengaruhnya lebih kuat terhadap perasaan daripada berbuat baik kepada orang yang sangat memerlukan, membantu orang yang teraniaya atau berkongsi rasadengan orang yang susah atau sedih.
Saudaraku, hati ada di tangan Allah. Dia mengubahnya sesuai dengan kehendakNya. Oleh kerana itu, bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, agar Dia memberikan kehidupan kepada hatimu, membuka dadamu dengan iman &melimpahkan keyakinan kepadamu sebagai anugerah serta nikmat dariNya. Berdoalah di waktu-waktu mustajab &waktu sahur kerana doa pada watu sahur adalah ibarat anak panah yang meluncur tidak terhenti sehingga sampa ike Arasy. Saya tidak meragui keikhlasanmu dalam mencapai tujuan & kejujuran dalam pengakuanmu.
Allah swtberfirman;
“Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa.”(Al-Maidah : 27)
Saudaramu, Hassan Al-Banna.
Monday, November 14, 2011
Syurga dunia bagi para daei adalah ...
Salah satu hadiah Allah kepada mereka yang menginfakkan kehidupannya untuk jalan ini adalah 'networking' dan 'wavelength'. 'Networking' dengan manusia yang bersama-sama dalam kafilah dakwah keseluruhannya. Dan 'wavelength' perasaan yang sama sesama kita.
Pernah kan suatu ketika kita demam. Dalam demam-demam, sempat juga menghubungi anak usrah dan ditakdirkan anak usrah yang dihubungi juga sedang demam.-amazed-
Pernah kan suatu ketika kita terasa tak sedap hati terkenangkan akhawat yang disayangi, mungkin yang dekat atau yang jauh dimata. Lalu kita mendoakan semoga Allah memelihara perjalanan hariannya. Dan ditakdirkan tak lama selepas itu, kita mendengar sesuatu khabar berita tentang akhawat tersebut..Mungkin berada dalam kesusahan atau dalam kegembiraan.-amazed-
Apakah erti pengalaman itu bagi kita?
Dan Nabi saw juga bersabda:إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌٌ“Hanyalah orang-orang beriman yang memiliki ukhuwah”. (Al-Hujurat:10).
Yakinlah akhawat,مَثَل الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كمَثَل الْجَسَدِ الْوَاحِدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Perumpamaan orang-orang beriman dalam kasih sayang, cinta kasih dan empati adalah seperti satu tubuh, jika salah satu tubuh darinya mengadu pada suatu penyakit maka anggota tubuh lainnya akan merasa sakit dan begadang”. (Muttafaq alaih)
Perasaan yang kita sedang rasai bukan perkara biasa. Nikmat itu hanya diberi kepada orang tertentu yang Dia kehendaki. Itulah dia nikmat ukhwah..Nikmat yang menjadikan kita terasa manisnya hidup didunia..
Nikmat yang menjadikan kita hidup sebagai seorang manusia yang membawa risalah kasih sayang. Dengannya(risalah kasih sayang), kita menjalin 'networking' sehingga keseluruh pelusuk dunia.
Nikmat yang menjadikan kita mampu berfikir, bersuara dan bertindak dengan 'wavelength' yang sama. Sehingga kadangkala tidak perlu kita bicarakan apa yang tersirat dihati melainkan sudah mampu dirasai oleh ukht yang sedang bersama..
Sehingga kadang-kadang, pelukan erat saja dah cukup untuk membuatkan kita terluah apa yang terbuku dihati.
Duhai akhawat..
Apakah yang mengikat kita sehingga nikmat itu cukup untuk menggerakkan jasad dan jiwa agar terus tsabat dan sabar dijalan ini?.
Apakah yang mengikat kita sehingga nikmat itu cukup untuk menggerakkan jasad dan jiwa agar terus tsabat dan sabar dijalan ini?.
Akhawat fillah,وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ
“Dan orang-orang beriman laki-laki dan wanita sebagian mereka menguatkan sebagian lainnya”. (At-Taubat:71).وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنفَقْتَ مَا فِي الأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ. يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللهُ وَمَنْ اتَّبَعَكَ مِنْ الْمُؤْمِنِينَDan Allah yang mempersatukan hati mereka. Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha gagah lagi Maha Bijaksana. Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu”. (Al-Anfal:63-64)
Inilah janji-janji dari Dia buat kita yang sedang bermujahadah dalam jalan ini hanya untuk mencari redhaNya. Dan yakinlah bahawa nikmat ukhwah yang sedang mekar didalam hati kita ini adalah salah satu hadiah terbesar darinya..Ia boleh menjadi senjata hebat dalam memecahkan konspirasi mereka yang menyimpan kebencian terhadap yang haq.
Akhawat fillah,
Yakinlah bahawa cinta yang sedang mekar itu bukan milik kita semata. Ia harus dialirkan kepada manusia yang sedang menderita dan teraba-raba mencari nikmat sebenar kasih sayang yang hakikatnya boleh ditemui hanya dengan kembali kepadaNya.
Tetapi...
Akhawat fillah,
Yakinlah bahawa sehebat manapun ukhwah yang terikat atas landasan akidah islamiyah, namun ia tetap akan diuji. Tentunya syaitan juga berusaha keras untuk mencucuk jiwa dan hati kita agar berlaku tidak adil dengan nikmat yang Dia kurnia.
Dan disaat ukhwah itu teruji, marilah sama-sama kita kenangi janji-janji Allah dan kisah pertemuan kita diatas jalan ini. Adakah kita tidak yakin dengan janji-janjinya? Marilah kita sama-sama muhasabah sejauhmana mujahadah dan lapang dada kita dalam berhadapan dengan kekurangan sesama kita.. Dan sejauhmana kita meletakkan Allah sebagai perantara antara hubungan kita sesama manusia.
Dan disaat ukhwah itu teruji,
Dimanakah kesabaran kita terhadap secebis kekurangan akhawat kita? Abu Darda berkata:
Mungkin sesekali Allah menguji hanya untuk melihat sejauhmana kesabaran kita dalam memelihara persaudaraan yang dikatakan 'ikatan seaqidah'. Kan Allah dah ajar kita dalam surah Ali Imran ayat 200 agar BERSABAR dan KUATKAN! kesabaran.إذا تغيَّر أخوك وحال عما كان عليه فلا تَدَعْه لأجل ذلك؛ فإن أخاك يَعْوَجُّ مرةً ويستقيم أخرى“Jika saudara Anda berubah dan bertingkah dari apa dalam dirinya maka janganlah ditinggal karena hal tersebut; karena boleh jadi saudara Anda bengkok (salah) pada suatu saat namun lurus kembali pada saat yang lain”
Maka, bersabarlah dalam mempelajari dan memahami akhawat kita. Sulamilah ikatan itu dengan sandaran iman dan rendahkanlah diri untuk tetap bertaaruf. Harmonikanlah perasaan itu dengan cuba mencari apakah titik persamaan kita dengannya. Apakah 'wavelength' yang mampu men'synchronize'kan perasaan kita dengannya..Pasti ada!Pasti ada..kerana kita diatas jalan yang sama. Cuma mungkin didalam perjalanan, kita terjumpa perkara yang berbeza, 'sign board' yang berbeza dan penafsiran yang berbeza terhadap sesuatu peristiwa.
Karena itulah, marilah kita berpegang teguh pada ukhuwah yang kekal ini yang niscaya tidak akan sirna sekalipun dunia akan hancur, sekalipun hari-hari akan hilang dan berlalu namun ukhuwah akan tetap kekal sepanjang masa, dan hendaklah kita terus memelihara dan berusaha untuk menunaikan hak-hak ukhuwah ini, merasakan nilai-nilainya, menjaga wirid Rabithah setiap hari. Semoga Allah tetap bersama kita dan tidak menyia-nyiakan perbuatan kita.إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيث، وَلاَ تَحَسَّسُوا، وَلاَ تَجَسَّسُوا، وَلاَ تَحَاسَدُوا، وَلاَ تَدَابَرُوا، وَلاَ تَبَاغَضُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا“Jauhilah kalian akan buruk sangka, karena buruk sangka adalah sedusta-dusta ucapan, dan janganlah kalian saling menduga-duga, jangan saling mengintai, jangan saling hasad, jangan saling berkonspirasi, jangan saling benci (marah), namun jadilah kalian hamba Allah yang saling bersaudara“. (Muttafaq alaih).
Maka, syurga dunia bagi para daei adalah ukhwah..Bonus dari Allah, yang diberikan kepada sesiapa yang dikehendaki dikalangan hambaNya yang redha dalam pencarian cinta kearahNya..
Allah Maha besar dan segala puji hanya milik Allah
fztarbiyah,
York,Uk
Subscribe to:
Posts (Atom)












