Monday, November 14, 2011

Syurga dunia bagi para daei adalah ...




Salah satu hadiah Allah kepada mereka yang menginfakkan kehidupannya untuk jalan ini adalah 'networking' dan 'wavelength'. 'Networking' dengan manusia yang bersama-sama dalam kafilah dakwah keseluruhannya. Dan 'wavelength' perasaan yang sama sesama kita.

Pernah kan suatu ketika kita demam. Dalam demam-demam, sempat juga menghubungi anak usrah dan ditakdirkan anak usrah yang dihubungi juga sedang demam.-amazed-

Pernah kan suatu ketika kita terasa tak sedap hati terkenangkan akhawat yang disayangi, mungkin yang dekat atau yang jauh dimata. Lalu kita mendoakan semoga Allah memelihara perjalanan hariannya. Dan ditakdirkan tak lama selepas itu, kita mendengar sesuatu khabar berita tentang akhawat tersebut..Mungkin berada dalam kesusahan atau dalam kegembiraan.-amazed-

Apakah erti pengalaman itu bagi kita?
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌٌ
“Hanyalah orang-orang beriman yang memiliki ukhuwah”. (Al-Hujurat:10).
Dan Nabi saw juga bersabda:
مَثَل الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كمَثَل الْجَسَدِ الْوَاحِدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Perumpamaan orang-orang beriman dalam kasih sayang, cinta kasih dan empati adalah seperti satu tubuh, jika salah satu tubuh darinya mengadu pada suatu penyakit maka anggota tubuh lainnya akan merasa sakit dan begadang”. (Muttafaq alaih)
Yakinlah akhawat,
Perasaan yang kita sedang rasai bukan perkara biasa. Nikmat itu hanya diberi kepada orang tertentu yang Dia kehendaki. Itulah dia nikmat ukhwah..Nikmat yang menjadikan kita terasa manisnya hidup didunia..

Nikmat yang menjadikan kita hidup sebagai seorang manusia yang membawa risalah kasih sayang. Dengannya(risalah kasih sayang), kita menjalin 'networking' sehingga keseluruh pelusuk dunia.

Nikmat yang menjadikan kita mampu berfikir, bersuara dan bertindak dengan 'wavelength' yang sama. Sehingga kadangkala tidak perlu kita bicarakan apa yang tersirat dihati melainkan sudah mampu dirasai oleh ukht yang sedang bersama..

Sehingga kadang-kadang, pelukan erat saja dah cukup untuk membuatkan kita terluah apa yang terbuku dihati.
Duhai akhawat..
Apakah yang mengikat kita sehingga nikmat itu cukup untuk menggerakkan jasad dan jiwa agar terus tsabat dan sabar dijalan ini?.

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ
“Dan orang-orang beriman laki-laki dan wanita sebagian mereka menguatkan sebagian lainnya”. (At-Taubat:71).
وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنفَقْتَ مَا فِي الأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ. يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللهُ وَمَنْ اتَّبَعَكَ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ
Dan Allah yang mempersatukan hati mereka. Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha gagah lagi Maha Bijaksana. Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu”. (Al-Anfal:63-64)
Akhawat fillah,
Inilah janji-janji dari Dia buat kita yang sedang bermujahadah dalam jalan ini hanya untuk mencari redhaNya. Dan yakinlah bahawa nikmat ukhwah yang sedang mekar didalam hati kita ini adalah salah satu hadiah terbesar darinya..Ia boleh menjadi senjata hebat dalam memecahkan konspirasi mereka yang menyimpan kebencian terhadap yang haq.

Akhawat fillah,
Yakinlah bahawa cinta yang sedang mekar itu bukan milik kita semata. Ia harus dialirkan kepada manusia yang sedang menderita dan teraba-raba mencari nikmat sebenar kasih sayang yang hakikatnya boleh ditemui hanya dengan kembali kepadaNya.

Tetapi...

Akhawat fillah,
Yakinlah bahawa sehebat manapun ukhwah yang terikat atas landasan akidah islamiyah, namun ia tetap akan diuji. Tentunya syaitan juga berusaha keras untuk mencucuk jiwa dan hati kita agar berlaku tidak adil dengan nikmat yang Dia kurnia.

Dan disaat ukhwah itu teruji, marilah sama-sama kita kenangi janji-janji Allah dan kisah pertemuan kita diatas jalan ini. Adakah kita tidak yakin dengan janji-janjinya? Marilah kita sama-sama muhasabah sejauhmana mujahadah dan lapang dada kita dalam berhadapan dengan kekurangan sesama kita.. Dan sejauhmana kita meletakkan Allah sebagai perantara antara hubungan kita sesama manusia.

Dan disaat ukhwah itu teruji,

Dimanakah kesabaran kita terhadap secebis kekurangan akhawat kita? Abu Darda berkata:
إذا تغيَّر أخوك وحال عما كان عليه فلا تَدَعْه لأجل ذلك؛ فإن أخاك يَعْوَجُّ مرةً ويستقيم أخرى
“Jika saudara Anda berubah dan bertingkah dari apa dalam dirinya maka janganlah ditinggal karena hal tersebut; karena boleh jadi saudara Anda bengkok (salah) pada suatu saat namun lurus kembali pada saat yang lain”
Mungkin sesekali Allah menguji hanya untuk melihat sejauhmana kesabaran kita dalam memelihara persaudaraan yang dikatakan 'ikatan seaqidah'. Kan Allah dah ajar kita dalam surah Ali Imran ayat 200 agar BERSABAR dan KUATKAN! kesabaran.

Maka, bersabarlah dalam mempelajari dan memahami akhawat kita. Sulamilah ikatan itu dengan sandaran iman dan rendahkanlah diri untuk tetap bertaaruf. Harmonikanlah perasaan itu dengan cuba mencari apakah titik persamaan kita dengannya. Apakah 'wavelength' yang mampu men'synchronize'kan perasaan kita dengannya..Pasti ada!Pasti ada..kerana kita diatas jalan yang sama. Cuma mungkin didalam perjalanan, kita terjumpa perkara yang berbeza, 'sign board' yang berbeza dan penafsiran yang berbeza terhadap sesuatu peristiwa.
إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيث، وَلاَ تَحَسَّسُوا، وَلاَ تَجَسَّسُوا، وَلاَ تَحَاسَدُوا، وَلاَ تَدَابَرُوا، وَلاَ تَبَاغَضُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
“Jauhilah kalian akan buruk sangka, karena buruk sangka adalah sedusta-dusta ucapan, dan janganlah kalian saling menduga-duga, jangan saling mengintai, jangan saling hasad, jangan saling berkonspirasi, jangan saling benci (marah), namun jadilah kalian hamba Allah yang saling bersaudara“. (Muttafaq alaih).
Karena itulah, marilah kita berpegang teguh pada ukhuwah yang kekal ini yang niscaya tidak akan sirna sekalipun dunia akan hancur, sekalipun hari-hari akan hilang dan berlalu namun ukhuwah akan tetap kekal sepanjang masa, dan hendaklah kita terus memelihara dan berusaha untuk menunaikan hak-hak ukhuwah ini, merasakan nilai-nilainya, menjaga wirid Rabithah setiap hari. Semoga Allah tetap bersama kita dan tidak menyia-nyiakan perbuatan kita.

Maka, syurga dunia bagi para daei adalah ukhwah..Bonus dari Allah, yang diberikan kepada sesiapa yang dikehendaki dikalangan hambaNya yang redha dalam pencarian cinta kearahNya..

Allah Maha besar dan segala puji hanya milik Allah



fztarbiyah,

York,Uk

4 comments:

husniyahbazlaa said...

akak..syukran atas entry ini.

alhamdulillah atas nikmat ukhuwah. semoga Allah redho.. :)

Pabila ku teringat saat kita bersama
Pelbagai kenangan nan indah menjelma
Kisah suka dan duka
Kita harungi semua
Mengajar kita erti dewasa

Ketika ku berduka
Kaulah penawarnya
Saat ku perlukanmu kau hulurkan
Bantuan tanpa dipinta

Pelangi di awan tinggi
Hujan turun membasahi bumi
Bias cahaynya warna-warna ceria

Mulakan hidup gembira
Usahlah kau berduka
Hilangkan keresahan di jiwa
Lupakan kisah yang lalu
Kita bina hidup baru
Hadirlah ketenangan di kalbu

-alarme..ceria-

fi zhilalil tarbiyah said...

salam adikku syg nisa..

langit tak sentiasa cerah.kerana itu, andai ditakdirkan suatu hari ukhwah kita teruji, tetaplah saling mengingatkan..semoga kita terus kuat untuk saling mencintai keranaNya.amin

Nurul 'Ain said...

betul2x...ukhwah nie akn d uji, tp insyaAllah kita akn lebih fhm akhwat kita, kan...hehe...=)

fi zhilalil tarbiyah said...

=)..alonggg..take care

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...